Denpasar, Aktual.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika anggap angin saja permintaan Anggota DPR RI Arteria Dahlan kepada Mendagri Tjahjo Kumolo. Anggota Komisi II DPR RI itu diketahui meminta Mendagri menegur Mangku Pastika terkait proyek reklamasi Teluk Benoa, Bali.

Menanggapi permintaan itu, Mangku Pastika mengaku tak terlalu menggubris. “Silakan saja. (Sampai saat ini) Tidak ada tuh teguran (dari Mendagri),” kata Pastika, di Denpasar, Kamis (3/3).

Mantan Kapolda Bali itu mengaku siap memberi penjelasan reklamasi Benoa seluas 700 hektar yang digarap pengembang PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) milik taipan Tommy Winata itu jika ada teguran Mendagri. “Kalau ada (surat teguran) saya akan jelaskan,” ujar dia.

Sebelumnya, saat rapat di DPR RI Senayan, Arteria memang meminta Mendagri menegur Gubernur Bali. “Pak menteri, ‎soal Bali, ‎coba ditegur Gubernur Bali itu. Pak Menteri harus hati-hati mengenai reklamasi,” kata Arteria.

Dalam catatan DPR, beber Arteria, suasana di Bali belum pernah sekisruh saat ini dengan adanya rencana proyek reklamasi.

Arteria menyayangkan belum dipenuhinya aspirasi mayoritas masyarakat Bali yang menolak proyek reklamasi tersebut. ‎”Belum pernah Bali sehancur saat ini masalahnya. ‎Di bawah Gubernur ini masalah Bali kok jadi berantakan,” kata Politikus PDIP tersebut.

Ditegaskan Arteria, reklamasi Benoa sebetulnya melanggar hukum, sehingga lebih baik dihindari. “Kemarin kami (DPR) mengalah, dia minta jalan. Kami sudah setujui, tapi kok masih saja begini,” ucap dia.

Arteria kembali menegaskan supaya Mendagri Tjahjo dan jajarannya, segera menjembatani untuk membereskan masalah tersebut. “Masyarakat Bali sudah demo besar-besaran mengenai reklamasi. Penolakan sudah itu.‎ Kan Bali utara masih sangat luas. Janganlah cuma Bali selatan yang terus diutamakan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh: