Jakarta, Aktual.com – Lama tidak terdengar kabar, Donald Trump kini muncul menghadiri Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC), Minggu (28/2) malam di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS).

Bukan Trump namanya jika tidak membuat sensasi dengan pesan yang disampaikan.

Pada even yang diselenggarakan oleh Serikat Konservatif Amerika itu, Trump mengisyaratkan akan maju dalam pemilu presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Saya ingin Anda tahu bahwa saya akan terus berjuang di sisi Anda. Kita akan melakukan apa yang telah kita lakukan sejak awal yaitu menang,” ucap Trump yang disambut sorak-sorai para pendukungnya.

Menurut Donald Trump dirinya tidak akan mendirikan partai baru, untuk maju pada pilpres tiga tahun mendatang itu.

“Kita tidak memulai partai baru. Anda tahu, mereka terus mengatakan dia akan memulai partai baru. Kita memiliki partai Republik. Partai ini akan bersatu dan damai. Itu adalah berita palsu,” tegasnya.

Dalam pidatonya Trump turut menyinggung Presiden Joe Biden yang menurutnya anti dalam beberapa hal, termasuk keputusannya untuk tidak melanjutkan pembangunan tembok pembatas di perbatasan dengan Meksiko.

“Itu sudah terbukti Pemerintahan Biden bahwa mereka anti pekerjaan, anti keluarga, anti perbatasan, serta anti energi. Dia anti-wanita dan anti-sains. Tidak ada contoh yang lebih baik daripada krisis baru dan mengerikan di perbatasan Selatan kita. Kita telah membuat perbatasan paling aman dalam sejarah AS,” katanya.

“Kami telah membangun hampir 500 mil tembok perbatasan besar yang membantu kita dengan angka-angka ini. Sungguh luar biasa dan bagian-bagian kecilnya harus diselesaikan. Mereka tidak ingin menyelesaikannya tetapi itu berdampak bahwa tidak ada yang akan percaya itu luar biasa, mengingat prioritas nomor satu Demokrat adalah memastikan bahwa tembok itu tidak akan pernah dibangun tidak akan pernah terjadi akan dibiayai,” papar Trump.

Trump meyakinkan para pendukungnya, bahwa dia optimis untuk memperkuat AS.

“Kita akan bersatu dan kuat, tidak seperti sebelumnya. Kita akan menyelamatkan dan memperkuat Amerika. Kita akan melawan serangan radikalisme, sosialisme, dan semuanya yang menuju komunisme dan untuk semua ini apa yang menyebabkan Anda akan mendengar lebih banyak tentang itu saat kita berjalan,” pungkas Trump.

Lolosnya Trump dalam sidang pemakzulan kedua pada pertengahan Februari lalu, dikarenakan mayoritas anggota Senat dari Partai Republik menolak untuk menghukumnya.

Hasil pemungutan suara menunjukkan sebanyak 57 suara senat sepakat memakzulkan Trump dengan 43 lainnya menolak.

Namun, suara setuju tersebut belum cukup untuk menghukum Trump, diperlukan 2/3 atau 67 senat untuk menghukumnya atas kerusuhan di gedung Capitol.

Dalam voting tersebut 7 suara Partai Republik ikut bergabung dengan 50 suara senat dari Partai Demokrat yang setuju atas pemakzulan tersebut.

Berhasil lolos dari sidang pemakzulan kedua itu artinya, Trump memiliki kesempatan untuk melenggang ke Pilpres 2024 ataupun dalam karir berpolitiknya dengan menggunakan bendera Partai Republik.(RRI)

(Warto'i)