Penghentian sementara reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta. (ilustrasi/aktual.com)
Penghentian sementara reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) menyebut pernyataan pihak Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) sebagai hal yang mustahil. Pihak Kemenko Kemaritiman sendiri hanya memberikan ringkasan hasil kajian dalam bentuk poin-poin pemaparan saja.

Salah seorang anggota KSTJ, Nelson Nikodemus Simamora, menyatakan paparan poin-poin yang diberikan perwakilan Kemenko Kemaritiman tentunya merupakan ringkasan dari kajian yang dilakukan oleh Komite Gabungan Reklamasi. Artinya, sangat besar kemungkinan bahwa hasil lengkap kajian mengenai reklamasi tersebut ada.

“Dan itu enggak mungkin cuma slide aja. Slide itu pun berdasar rekomendasi dan rekomendasi berdasarkan kajian pastinya,” ujar Nelson seusai Sidang kedua informasi kajian Komite Gabungan Reklamasi di Komisi Informasi Publik, Jakarta, Senin (6/3).

Nelson pun berkelakar bahwa proyek ini dilaksanakan berdasarkan paparan poin-poin tanpa adanya landasan analisis yang memadai.

“Enggak masuk akal kalau enggak ada, berarti selama ini mereka bikin keputusan tentang hal-hal yang besar cuma berdasar slide aja. Masa ngambil keputusan 17 pulau reklamasi yg berdampak pada 17 ribu nelayan dan ekosistem Jakarta, berdampak pada banjir di Jakarta berdasarkan 10 lembar aja,”

Laporan: Teuku Wildan

(Andy AbdulHamid)