Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam berbagai kelompok melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) di Jakarta, Kamis (25/8/2016). Dalam aksinya mendesak pemerintah menindak tegas para oknum TNI yang mengintimidasi dan represif terhadap kerja-kerja jurnalis. AKTUAL/MUNZIR

Jambi, Aktual.com – Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Jambi, Senin (19/12) menggelar aksi demo di depan kantor Badan Pertanahan NasionalKota Jambi.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes adanya tindakan premanisme oknum kantor tersebut, yang menghalangi-halangi tugas wartawan ketika hendak meliput.

Aksi puluhan wartawan yang mengatasnamakan Forum Wartawan se-Provinsi Jambi itu mencari kebenaran terhadap dugaan penyanderaan, dan menghalangi tugas jurnalis salah satu media cetak di Jambi dalam mencari informasi untuk publik oleh oknum di BPN Kota Jambi tersebut.

“Kita sebagai media untuk mencari Informasi. Tolong keluar kepala BPN-nya jangan ngumpet, apabila saudara benar temui kami,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independet Jambi Herri dalam orasinya.

“Seharusnya lembaga publik seperti ini harus terbuka, jurnalis itu mencari informasi untuk publik. Tapi disini sepertinya tugas jurnalis dihalang-halangi, Lembaga Pemerintahan ini tidak jelas.”

Koordinator aksi Saipul Roswandi menyebutkan ulah oknum BPN yang telah melakukan penyanderaan dan mengintmidasi jurnalis sangat disayangkan. Sebab itu menurutnya Kepala BPN Kota Jambi agar bersedia keluar untuk menemui Forum Wartawan se-Provinsi Jambi.

“Apabila tidak mau menemui kami alangkah congkaknya saudara, itu pantas untuk pecat. Pantas saja anak buahnya ikut bersifat sombong dan congkak,” kata Saipul.

Dia menilai bahwa Kepala BPN dalam memimpin dan membina bawahannya gagal, pasalnya membiarkan bawahannya melakukan dugaan penyanderaan dan menghalang-halangi tugas jurnalis bahkan di kantornya sendiri.

“Anda dalam membina mental bawahan ternyata anda gagal, anda harus mundur dari kepala BPN.”

Pantauan di lapangan, beberapa perwakilan dari pihak BPN hanya meminta perwakilan dari wartawan untuk melakukan mediasi di ruang kantornya. Namun hal itu tidak dapat diterima oleh para peserta aksi.

Para wartawan tetap meminta penjelasan dari Kepala BPN di depan peserta aksi, terkait kasus oknum BPN yang menghambat dan bahkan diduga menyandera dua wartawan Jambi Independent (Jawapost Group) saat melakukan peliputan beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, para jurnalis mendesak pencopotan Kepala BPN Kota Jambi dan pemecatan terhadap oknum yang melakukan premanisme terhadap jurnalis.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Jambi, Dolly, akhirnya bersedia menemui puluhan wartawan dan dengan mengunakan pengeras suara meminta maaf kepada semua jurnalis Jambi.

“Saya sampaikan saya minta maaf atas nama anak-anak saya dan staf. Saya meminta maaf,” kata Dolly.

Terkait tuntutan Forum Wartawan agar oknum yang diduga melakukan tindakan premanisme terhadap dua wartawan itu dipecat, Dolly mengatakan akan mempertimbangkan hal itu.

(Wisnu)