Jakarta, Aktual.com — Polda Nusa Tenggara Timur kembali membentuk Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk mengantisipasi maraknya jaringan teroris di provinsi kepulauan itu.

“Beberapa tahun lalu memang Polda NTT punya Densus 88, namun karena merasa aman dan tidak ada jaringan teroris di NTT makanya dibubarkan kembali,” kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT Komisaris Besar Polisi Sam Kawengian kepada Wartawan di Kupang, Senin (3/8).

Dia menjelaskan, maraknya sejumlah terduga jaringan teroris yang mulai mengincar NTT, maka pembentukan Densus 88 akan sangat membantu dan mempermudah Polda NTT dalam menanggani para jaringan teroris di NTT.

Apalagi menurutnya, semua Polda di Indonesia sudah mempunyai Densus 88, dan hanya NTT saja yang belum memilikinya. Hal ini disampaikannya, karena Jumat (31/7) lalu kepolisian Resor Alor bekerja sama dengan Kodim 1622 Alor kembali menangkap dua terduga jaringan Radikalisme Islamic State of Irac and Syria (ISIS) di Desa Blang Merang, Kecamatan Pantar Barat, karena menyebarkan selebaran yang isinya mendorong warga Pulau Alor untuk bergabung dengan kelompok radikal tersebut.

“Kedua terduga ISIS dari Alor itu, masih kami amankan karena takut kalau dilepas sebagai tahanan kota akan meresahkan masyarakat di Kupang,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam setahun ini kasus terorisme di NTT sudah mencapai dua, yang salah satunya ada penangkapan di Labuan Bajo beberapa bulan lalu, oleh Densus 88.

Menanggapi isu maraknya jaringan Terorisme di NTT, Direktur Intel dan Keamanan Polda NTT Komisaris Besar Polisi Musa Tampubolon mengatakan, pihaknya terus lakukan penyelidikan di sejumlah daerah di NTT.

“Kami kirim intel-intel kami, dekat dengan masyarakat untuk mengetahui kemungkinan adanya kelompok-kelompok yang masuk dan membawa ajaran yang menyesatkan masyarakat di NTT,” kata dia.

Menanggapi akan dibentuknya kembali Densus 88 di NTT, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigadir Jenderal TNI Heri Wiranto mengatakan pihaknya akan sangat mendukung jika kembali dibentuknya satuan tersebut.

“Hal ini menjadi bagian dari Polri, namun kami akan sangat mendukung dan ini merupakan bagian dari antisipasi menjaga keamanan wilayah NTT ini, ” katanya.

(Ant)

(Wisnu)