ilustrasi gula pasir.
ilustrasi gula pasir.

Palu, aktual.com – Kalangan ibu rumah tangga di Palu, Sulawesi Tengah keluhkan harga gula pasir di pasaran setempat dalam kurun beberapa hari terakhir ini melonjak tinggi dari sebelumnya yang sempat bertahan cukup lama.

Jony, seorang ibu rumah tangga di kawasan Pasar Masomba Palu, Selasa mengatakan cukup kaget ketika membeli gula pasir dengan harga Rp17.000/kg.

Padahal harga normalnya gula pasir di tingkat pengecer sudah paling tinggi Rp13.000/kg.

Kenaikan harga komoditi pangan itu, kata dia, cukup signifikan dan perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah daerah, sebab gula pasir termasuk salah satu kebutuhan strategis masyarakat.

Apalagi, kata dia, sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri dimana kebutuhan masyarakat tentu akan meningkat dari hari-hari biasa.

Karena itu, pemerintah perlu melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan kembali gejolak harga yang terjadi pada komoditi gula pasir.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan komoditi lainnya akan bergerak naik.
Pemerintah perlu melakukan operasi pasar, khususnya gula pasir yang harganya dalam beberapa hari ini cenderung terus bergerak naik.

Keluhan senada juga disampaikan  Tapang, warga jalan Malaya di Kecamatan Palu Selatan.

Ia juga mengaku harga gula pasir di tingkat pengecer mengalami kenaikan cukup tinggi.
Informasi dari distributor, harga gula naik sehingga berdampak pula terhadap harga penjualan di tingkat pengecer.

Dia pun meminta pemerintah daerah untuk melaksanakan operasi pasar seperti yang dilakukan pemerintah sebelumnya ketika terjadi gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran.

Pemerintah bersama dengan distributor maupun beberapa BUMN langsung menggelar operasi pasar atau pasar murah.

Ia mengatakan pemerintah perlu turun tangan mengatasi kenaikan harga gula pasir.

“Jangan-jangan kenaikan harga tersebut hanya spekulasi dari pengecer untuk mencari keuntungan besar,” kata kedua ibu rumah tangga itu.

Salah satu distributor gula pasir dan tepung terigu di Palu, CV Garindo mengatakan sudah lama tidak memiliki stok gula pasir .

“Saya sekarang ini tidak ada stok gula pasir,” kata Jemy Hosan, pimpinan CV Garindo Palu.

Ia mengatakan gula pasir yang beredar di pasaran sekarang ini kemungkinan didatangkan distributor dari Gorontalo.

Makanya, kenaikan harga gula pasir di pasaran kemungkinan besar karena stok kurang dan pedagang melakukan spekulasi.

“Silahkan tanyakan kepada Dinas Perdagangan, merekalah yang lebih tahu sebab-musabab kenaikan harga gula pasir di pasaran Kota Palu,” kata Jemy.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Zainuddin Hak yang dihubungi melalui telepon tidak berada di tempat.

(Eko Priyanto)