Jakarta, Aktual.com — Jika berbagai komoditas mengalami tren penurunan akibat pengaruh kelesuan ekonomi global, namun berbeda cerita dengan komoditas kopi Indonesia.

Keunggulan produk kopi Indonesia membuat permintaan dan harga cenderung meningkat hingga mengantarkan Indonesia sebagai 2016 Official Portrait Country. Selain itu, Indonesia akan melakukan pameran Specialty Coffee Association of America (SCAA) yang akan berlangsung di Amerika Serikat 14-17 April 2016 mendatang.

“Dalam SCAA nanti, Menteri Perdagangan dijadwalkan akan memberi kata sambutan dan dilanjutkan penayangan video yang berisi profil kopi Indonesia,” tutur Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (10/2).

Selanjutnya Nus menyampaikan, pada tahun 2014 AS melakukan impor kopi dari Indonesia senilai USD323,22 juta, nilai perdagangan tersebut meningkat 11,33 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan pada tahun 2015 dari Januari hingga November nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar USD1,12 miliar atau mengalami peningkatan 19,4 persen dibading tahun 2014.

Dari angka tersebut, AS tetap menempati peringkat pertama negara tujuan ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD255,76 juta, disusul Jepang, Jerman, Italia dan Malaysia.

Berdasarkan International Coffe Organization pada tahun 2014, Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia sebagai produsen kopi terbesar.

Selain itu, Indonesia juga dikenal memiliki varian kopi terbanyak dengan jumlah hampir 100 jenis. Dari varian tersebut, jenis kopi Arabika sangat dikenal dunia sehingga menempatkan Indonesia sebagai eksportir kopi spesial Arabika terbesar ke-2 di dunia dengan volume mencapai 150 ribu ton ekspor per tahun.

(Eka)