Asap putih membubung dari kawah Gunung Bromo terlihat dari Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (3/4). Pengelolah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 2017 akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dikawasan tersebut guna menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem kawasan TNBTS. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/16.

Malang, Aktual.com – Pendakian ke Gunung Semeru kembali dibuka mulai hari ini, Senin (24/5). Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup total kawasan wisata Bromo dan pendakian Semeru selama libur lebaran mulai 13 hingga 23 Mei 2021.

Penutupan itu dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Meski telah dibuka, namun ada beberapa ketentuan pembatasan yang harus ditaati oleh pendaki. Yakni, pendakian hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk kelompok kecil dengan jumlah pendaki antara 4 hingga 7 orang.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pendakian, kuota pendakian Gunung Semeru setiap hari sejumlah 50 persen atau 300 orang per hari. Rinciannya, 130 orang per hari untuk kuota pendakian reguler, dan 170 orang per hari untuk pendakian reschedule,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS Sarif Hidayat, Senin (24/5).

Lebih lanjut Sarif mengungkapkan, batas lama pendakian yang diizinkan maksimal adalah tiga hari dua malam. Selain itu, batas aman pendakian yang direkomendasikan PVMBG adalah di Kalimati.

“Pendaki juga harus mentaati persyaratan sebelum melakukan pendakian. Salah satunya surat keterangan sehat asli termasuk bebas dari ISPA, bertanda tangan dan berstempel basah dari fasilitas pelayanan kesehatan yang berlaku paling lama tiga hari sebelum pendakian,” tuturnya.

Ditanya soal kondisi ekosistem di sekitar pendakian Semeru, Sarif mengungkapkan bahwa kondisinya baik. Sebab jumlah kunjungan pendaki sejak pandemi Covid-19 ini dibatasi.

“Ekosistem bagus, kemungkinan karena aktivitas kunjungan tak terlalu tinggi. Hanya sekitar 30an orang per hari. Tetapi informasinya kuota booking pada bulan Mei ini sudah penuh,” ungkap Sarif.

Sementara untuk wisata ke Gunung Bromo, wisatawan juga diminta mentaati sejumlah syarat dan ketentuan. Diantarnya, pengunjung dalam kondisi sehat disertai hasil surat keterangan sehat dari dokter atau fasilitas kesehatan.

“Pengunjung juga wajib menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, membawa hand sanitizer, menjaga jarak dan tidak berkerumun, serta usia yang diperkenankn untuk masuk kwasan TNBTS adalah di bawah 60 tahun,” ujarnya.

BB TNBTS juga telah menerapkan kuota bagi wisatawan. Yakni 56 orang per hari untuk site Bukit Cinta, 172 orang per hari untuk site Bukit Kedaluu, site Penanjakan dibatasi maksimal 399 orang per hari, site Mentigen 200 orang per hari, dan 867 orang per hari untuk site Savana Teletubies.

“Pembelian karcis masuk hanya dapat dilakukan secara online sesuai dengan ketersediaan kuota. Sehingga tidak ada pembelian tiket secara langsung untk masuk kawasan TNBTS. Pembayaran pun juga hanya bisa dilakukan dengan virtual account,” tandasnya. (RRI)

(Warto'i)