Permainan burung merpati balap merupaka salah satu bentuk seni adu tangkas yang banyak digemari masyarakat sebelum mengikuti kejuaraan daerah maupun nasional dan harga seekor merpati yang terlatih dapat bernilai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. AKTUAL/Munzir

Washington, Aktual.com – Persis seperti manusia, burung merpati dapat membedakan konsep abstrak mengenai ruang dan waktu, demikian satu studi yang disiarkan pada Selasa (5/12).

“Tapi mereka tampaknya menggunakan wilayah otak yang berbeda dengan yang biasa digunakan manusia,” kata satu studi yang disiarkan di jurnal AS Current Biology, seperti diberitakan Xinhua, Selasa.

Temuan itu menambah pengakuan yang meningkat dalam masyarakat ilmuwan bahwa spesies hewan dengan susunan yang lebih rendah –seperti burung, reptil dan ikan– mampu membuat keputusan abstrak tingkat-tinggi, katanya.

“Tentu saja, kemampuan kognitif burung sekarang dipandang lebih dekat dengan kemampuan manusia dan primata non-manusia,” kata Profesor Edward Wasserman dari University of Iowa di dalam satu pernyataan. Profesor Wasserman adalah pemimpin dalam studi tersebut.

“Sistem syaraf burung itu memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan istilah ‘otak burung’ yang lebih rendah,” kata Profesor Wasserman –yang telah mempelajarai kemampuan intelijen burung merpati, gagak, babon dan hewan lain selama lebih dari empat dasawarsa.

Dalam serangkaian percobaan yang dinamakan “common magnitude”, burung merpati diperlihatkan di layar komputer garis statistik horizontal sepanjang enam centimeter atau 24 centimeter selama dua detik atau delapan detik.

Penulis utama Benjamin De Corte, mahasiswa tahun ketiga Strata I di University of Iowa, mengatakan hasilnya memperlihatkan burung merpati memproses ruang dan waktu dengan cara yang sama dengan yang dilakukan manusia dan primata lain.

Pada manusia, wilayah otak yang mengindera ruang dan waktu adalah “parietal cortex”, yang berada di lapisan paling luar pada otak.

Otak merpati tidak memiliki “parietal cortex”, jadi para peneliti menduga burung tersebut mungkin menggunakan daerah lain pada otak untuk membedakan antara ruang dan waktu.

“Cortex tidak unik dalam menilai ruang dan waktu,” kata De Corte. “Burung merpati memiliki sistem otak lain yang memungkinkan mereka mengindera semua dimensi ini,” katanya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: