Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Maulana Syekh Yusri Rusydi menjelaskan, bahwa diantara tanda-tanda kenabian Rasulullah Saw adalah baginda menceritakan kisah-kisah umat terdahulu, dengan cerita yang sangat detail mulai dari percakapan dan peran dari masing-masing tokoh, serta kejadian apa yang terjadi pada mereka.

Meski jarak antara Rasulullah Saw dengan mereka sangatlah terpaut jauh masanya, dan dengan bahasa yang bukan bahasanya.

Diantara kisah yang telah diwahyukan kepada Rasulullah Saw adalah tentang sosok Lukman, seorang ahli hikmah yang berasal dari suku Nubian yang tepatnya berada di kota Aswan, yang merupakan salah satu suku tua yang berada di perbatasan negara Mesir dan Sudan.

Menurut pendapat yang kuat, Lukman bukanlah seorang nabi, akan tetapi seorang yang telah diberi hikmah oleh Allah Swt, hingga namanya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu dari nama suratnya.

Syekh Yusri menambahkan, bahwa Lukman adalah seorang yang memiliki kulit hitam seperti halnya mayoritas dari suku Nubian, yang karuniai hikmah oleh Allah Swt untuk amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan untuk berbuat kebaikan dan melarang perbuatan mungkar) kepada kaumnya.

Dimana manhaj (metode) yang dipakai adalah sama seperti apa yang telah diajarkan oleh para ulama tasawuf, yaitu konsep islam, iman dan ihsan.

Allah Swt telah berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Dan sesungguhnya Kami telah karuniakan hikmah kepada Lukman, maka bersyukurlah. Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia telah bersyukur untuk (kemaslahatan) dirinya sendiri, dan barang siapa yang kufur (atas kenikmatan Allah) maka sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Kaya dan Maha Terpuji,” (QS. Lukman: 12).

Hikmah yang dimaksud adalah ajaran tentang islam, iman dan ihsan, yang mana ketiga hal ini adalah kunci kebahagiaan di dunia dan kemuliaan di akhirat.

Wallahu A’lam

(Rizky Zulkarnain)