Ilustrasi- Bursa Efek Indonesia

Jakarta, Aktual.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 28,01 poin atau 0,4 persen ke posisi 6.964,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,79 poin atau 0,77 persen ke posisi 1.005,82.

“Investor tidak memberikan reaksi yang berlebihan atas pengetatan kebijakan moneter di AS yang memang sudah ditunggu sejak lama oleh investor,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis (17/3).

Bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 0,25 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.

The Fed memberi pesan bahwa suku bunga akan di naikkan 0,25 persen dalam setiap pertemuan kebijakan pada sisa tahun ini demi menekan lonjakan inflasi.

Sementara itu, terkait pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, juru bicara delegasi Rusia mengatakan Ukraina yang netral dengan angkatan bersenjatanya sendiri (tidak bergabung dengan NATO) adalah kompromi yang mungkin dapat dicapai. Sementara itu, delegasi Ukrania mengatakan Ukrania butuh jaminan keamanan dari Rusia.

Kekhawatiran investor tentang perlambatan tajam pada ekonomi Tiongkok yang sedang berperang melawan penyebaran virus COVID-19 melalui implementasi kebijakan pembatasan sosial super ketat, mulai terhapus setelah Wakil PM Liu He kemarin memberi sinyal akan adanya dukungan kebijakan untuk menopang kinerja ekonomi dan pasar keuangan melalui dukungan tambahan akan di sediakan oleh bank sentral Tiongkok (PBOC), regulator jasa keuangan dan lembaga-lembaga lain.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau namun melemah jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,49 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku masing-masing 1,27 persen dan 1,09 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi di mana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,61 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,3 persen dan minus 0,26 persen

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp854,69 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp708,13 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.284.852 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,97 miliar lembar saham senilai Rp15,06 triliun. Sebanyak 274 saham naik, 250 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 890,88 poin atau 3,46 persen ke 26.652,89, indeks Hang Seng naik 1.413,73 poin atau 7,04 persen ke 21.501,23, dan Straits Times meningkat 31,81 poin atau 0,97 persen ke 3.322,71.

(Arie Saputra)