Jakarta, Aktual.com – Analis ekonomi politik Abdulrachim Kresno, menyebut lama sebelum Rizal Ramli ditunjuk menjadi Kepala Bulog kemudian menjadi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan oleh Presiden Gus Dur hubungan mereka telah dekat.

Ini disebabkan karena Rizal Ramli adalah mantan aktivis mahasiswa ITB pada Gerakan Mahasiswa 1977/1978 dan kemudian setelah lulus PhD dari Boston University Amerika Serikat dan pulang ke tanah air tetap beraktivitas politik dan bergaul erat dengan para aktivis politik.

Di lain pihak Gus Dur yang selain menjadi Ketua Umum PBNU selama 10 tahun juga sangat aktif menulis artikel2 politik , memberikan ceramah-cermah soal sosial politik di kalangan para aktivis. Rizal pula yang sering hadir di pertemuan-pertemuan tersebut menjadi kenal dekat dengan Gus Dur karena juga mempunyai banyak sisi-sisi pemikiran yang sama

“Karena itu tidak aneh bila di kemudian hari Gus Dur mengangkat Rizal Ramli sebagai Kepala Bulog , Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan,” cerita dia di Jakarta, dalam tulisan pendeknya kepada Aktual.com, Sabtu (20/1).

Namun sebetulnya, kata dia, cerita di balik itu adalah Rizal sempat dua kali menolak tawaran Gus Dur untuk menjadi Dubes di Amerika Serikat dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Jadi menjadi Kepala Bulog itu Rizal Ramli menerima tawaran yang ketiga dari Gus Dur, itupun dengan syarat , bahwa hanya mau menjabat Kabulog selama maksimal 1 tahun .

(Bawaan Situs)