Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan bergerak naik mengikuti penguatan bursa saham regional dan global.

IHSG dibuka menguat 6,66 poin atau 0,1 persen ke posisi 6.691,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,91 poin atau 0,1 persen ke posisi 913,93.

“IHSG masih akan cenderung bergerak sideways hingga beberapa waktu mendatang. IHSG berpeluang bergerak di kisaran 6.635-6.741,” tulis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (9/1).

Indeks utama Wall Street naik lebih dari 2 persen pada perdagangan akhir pekan lalu. Penguatan tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan non pertanian atau non farm payrolls AS periode Desember naik lebih dari perkiraan meski tingkat upah tumbuh melambat dan aktivitas sektor jasa melemah.

Non farm payrolls AS naik 223.000 pekerjaan pada Desember, sementara kenaikan pendapatan rata-rata 0,3 persen lebih kecil dari yang diharapkan dan kurang dari 0,4 persen dari bulan sebelumnya.

Di sisi lain, defisit perdagangan AS menyempit menjadi 61,5 miliar dolar AS pada November 2022, terendah sejak September 2020, di bawah perkiraan defisit 73 miliar dolar AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,13 persen menjadi 33.630, indeks S&P 500 naik 2,28 persen ke level 3.895, dan Indeks Nasdaq Composite bertambah 2,56 persen ke 10.569.

Pasar berekspektasi kenaikan suku bunga The Fed melambat tahun ini, karena pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC menunjukkan proyeksi suku bunga akan berakhir di sekitar 5,1 persen sebelum dipotong menjadi 4,1 persen tahun depan.

Dari Eropa, Indeks PMI Jasa Zona Euro Global S&P direvisi lebih tinggi menjadi 49,8 pada Desember 2022, naik dari estimasi awal 49,1.

Inflasi harga konsumen tahunan di Jerman turun menjadi 8,6 persen pada Desember 2022, dari 10 persen pada November, dan di bawah konsensus pasar 9,1 persen.

Tahun ini diawali dengan dampak dari pembukaan kembali China, dan investor global bergerak menuju China karena valuasi yang lebih rendah dan keuntungan yang solid.

Data inflasi China periode Desember 2022 berpeluang kembali naik menjadi 2 persen (yoy) dan 0,1 persen (mom) pada Desember 2022.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng naik 364,71 poin atau 1,74 persen ke 21.356,35, indeks Shanghai meningkat 12,22 poin atau 0,39 persen ke 3.169,86, dan indeks Strait Times menguat 36,24 poin atau 1,11 persen ke 3.312,96.

(Arie Saputra)