Dua orang terlihat di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini ditutup berhasil tembus 4.800 didukung ramainya transaksi. IHSG melesat 90,04 poin atau 1,91% ke level 4.802,53. AKTUAL/TINO OKTAVIANO 

Jakarta, Aktual.com — Pada perdagangan hari ini, Analis Riset First Asia Capital, David Sutyanto memprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dengan support di 4420 dan resisten di 4570.

“Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi berpeluang rebound secara technical menyusul sejumlah saham sektoral harganya sudah berada di oversold area. Selain itu, ada peluang rupiah rebound setelah anjlok tajam dalam dua hari terakhir,” kata David dalam risetnya, Jakarta, Kamis (13/8).

Ia mengungkapkan, gejolak pasar saham global kembali berlanjut menyusul langkah agresif bank sentral China (PBoC) yang kembali mendevaluasi Yuan dengan melonggarkan rentang pergerakan hingga 1,6% di CNY6,3306 per US dolar yang berakibat negatif bagi mata uang emerging market termasuk rupiah yang kemarin kembali anjlok 1,4% di Rp13799/US dolar.

Pelemahan lanjutan rupiah telah memicu panic selling di pasar saham. Terbukti, IHSG kemarin anjlok hingga 3,1% di 4479,491. Ini merupakan level terendah IHSG dalam 18 bulan terakhir. Sedangkan rupiah sepanjang tahun ini telah melemah hampir 11%.

“Pengumuman Presiden Jokowi mengganti sejumlah menteri termasuk Menko Perekonomian yang dijabat Darmin Nasution belum mampu meredakan aksi jual,” ujar David.

Sebaliknya, sambung dia, dana asing kemarin kembali keluar tercermin dari nilai penjualan bersih asing mencapai Rp763,77 miliar. Ini mencerminkan sentimen pasar masih didominasi sentimen negatif dari kawasan terutama faktor China. Selain faktor pelemahan nilai tukar Yuan, data ekonomi China yang keluar kemarin seperti angka produksi industri Juli 2015 hanya tumbuh 6% (yoy) melambat dibandingkan bulan sebelumnya 6,8% (yoy) ikut menambah tekanan di pasar saham.

Sementara Wall Street tadi malam berhasil rebound dan ditutup flat setelah sempat anjlok sekitar 1,5%. Indeks DJIA akhirnya berhasil tutup flat di 17402,51 setelah sempat tertekan 1,5% terkena dampak devaluasi Yuan. Sedangkan indeks S&P menguat tipis 0,10% di 2086,05. Saham sektor energi menjadi motor penguatan Wall Street setelah harga minyak mentah tadi malam kembali menguat 0,4% di USD44,03/barrel. Harga emas juga menguat 1,4% di USD1123,10/t.oz.

(Eka)