Jakarta, Aktual.co —   Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat tipis sebesar 4,03 poin atau 0,08 persen menjadi 5.028,32. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,01 poin (0,12 persen) ke level 852,35.

“Mayoritas bursa Asia, termasuk indeks BEI hari ini bergerak terbatas di tengah antisipasi investor terhadap hasil kebijakan dari pertemuan bank sentral AS (The Fed) pada pekan ini,” kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta, Selasa (28/10).

Sentimen dalam negeri, lanjut dia, pasar akan mencermati kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diekspektasikan sebesar Rp3.000 dan dilakukan pada tanggal 1 November 2014. Selain itu, pasar juga sedang mencermati sejumlah kinerja emiten periode kuartal ketiga 2014.

“Situasi pasar yang ‘wait and see’, IHSG kami perkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah,” katanya.

Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado menambahkan bahwa sebagian kinerja emiten yang telah dirilis mengalami perlambatan.

Untuk kinerja bank BUMN masih mengalami pertumbuhan “double digit”. Namun, kata dia, bank non-BUMN cenderung mengalami penurunan kinerja.

“Itu merupakan salah satu indikasi bahwa pada kuartal ketiga 2014 memang terjadi perlambatan,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga sedang menanti kebijakan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mengantisipasi sentimen eksternal, seperti perlambatan ekonomi global serta kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada tahun 2015.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguat terbatas bergerak di kisaran 5.000–5.050 poin,” katanya.

Sementara itu, terpantau pada pukul 10.30 WIB, IHSG BEI bergerak balik arah ke area negatif atau melemah sebesar 15,52 poin (0,31 persen) menjadi 5.008,78 poin.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 96,82 poin (0,42 persen) ke 23.140,05, indeks Nikkei turun 92,92 poin (0,60 persen) ke 15.295,80, dan Straits Times melemah 15,08 poin (0,48 persen) ke posisi 3.210,23.

()

(Eka)