Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/2), ditutup melemah 65,13 poin seiring dengan aksi ambil untung investor terhadap saham-saham yang telah menguat cukup tinggi.

IHSG BEI ditutup melemah 65,13 poin atau 0,98 persen menjadi 6.554,67, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 17,05 poin (1,54 persen) menjadi 1.092,68.

Praktisi pasar modal dari Creative Trading System, Argha Jonatan Karo Karo di Jakarta, Senin mengatakan bahwa IHSG yang melemah di awal pekan ini lebih disebabkan oleh aksi ambil untung mengingat pada hari sebelumnya pergerakannya cenderung menguat.

“Pelemahan cukup wajar, sebagian investor melakukan ‘balancing’ portofolio sahamnya,” katanya.

Ia menambahkan investor asing yang juga keluar dari pasar saham domestik turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau “foreign net sell” sebesar Rp741,88 miliar pada Senin (26/2) ini.

“Namun, investor asing tidak sepenuhnya keluar dari Indonesia, dananya tetap di dalam negeri dalam bentuk cash, untuk selanjutnya kembali melakukan akumulasi,” katanya.

Bertahannya investor asing itu, menurut dia, karena Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memberikan imbal hasil investasi tinggi seiring dengan fundamental ekonomi yang kondusif. Dengan demikian, IHSG untuk kembali bergerak menguat cukup terbuka.

“Investor dapat memanfaatkan pelemahan saham di dalam negeri dengan strategi ‘buy on weakness’ atau membeli saham di harga terendah,” paparnya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 396.517 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,663 miliar lembar saham senilai Rp8,187 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 211 saham menurun, dan 127 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 260,85 poin (1,19 persen) ke 22.153,63, indeks Hang Seng menguat 231,43 poin (0,74 persen) ke 31.498,60 dan Straits Times menguat 22,63 poin (0,64 persen) ke posisi 3.555,85.

 

Ant.

()