Seseorang sedang memantau pergerakan bursa saham

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun dipimpin pelemahan saham-saham sektor energi.

IHSG ditutup melemah 72,51 poin atau 1,05 persen ke posisi 6.850,52. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,69 poin atau 0,71 persen ke posisi 933,69.

“Setelah dua hari beruntun IHSG bergerak optimis di pekan ini, IHSG kembali terperosok cukup besar di mana sejalan dengan pasar global yang mayoritas mengalami penurunan,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (27/12).

Harga acuan komoditas global yang mengalami penurunan juga dinilai ikut mempengaruhi gerak pasar saham dalam negeri hingga pelemahan sektor energi yang mencatatkan penurunan terdalam.

Pada saat yang sama, produksi industri Jepang mulai landai pada November 2022 dengan penurunan hanya 0,1 persen saja.

Meski demikian, nilai tukar yen masih mengalami pelemahan seiring dengan klarifikasi Bank of Japan (BoJ) bahwa kejutan adanya perubahan kebijakan atas target imbal hasilnya yang diumumkan sebelumnya bukan merupakan indikasi bahwa Jepang akan mulai keluar dari stimulusnya secara masif.

Dibuka menguat, IHSG tak lama langsung bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 2,05 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 1,24 persen dan minus 1,18 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor properti & real estat sebesar 0,29 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, PADA, PANR, KETR, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, BYAN, KRYA, PBRX, dan CLEO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 932.782 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,97 miliar lembar saham senilai Rp8,94 triliun. Sebanyak 162 saham naik, 364 saham menurun, dan 181 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 107,37 atau 0,41 persen ke 26.340,5, indeks Hang Seng menguat 305,85 atau 1,56 persen ke 19.898,91, indeks Shanghai turun 8,17 poin atau 0,26 persen ke 3.087,4, dan indeks Strait Times naik 0,59 poin atau 0,02 persen ke 3.266,97.

(Arie Saputra)