Jakarta, Aktual.com — Kandidat calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump nampaknya terus memusuhi Islam. Tak puas dengan statment kontroversialnya yang melarang umat Islam masuk ke Negeri Paman Sam, kali ini Trump membuat iklan komersial, menyerukan larangan warga Muslim masuk ke AS.

Materi iklan tersebut adalah ulangan dari pernyataannya beberapa waktu lalu, yang dikeluarkan pasca insiden penembakan, yang diduga dilakukan oleh pasangan Muslim di San Bernardino, California, di awal Desember 2015. Tragedi berdarah itu menewaskan 14 orang.

Trump saat itu mengungkapkan, bahwa “Islam memicu kebencian terhadap Amerika”. Dan selama pemerintah AS masih mencari tahu akar persoalan tersebut, ada baiknya semua orang Islam “tidak dibolehkan masuk ke Amerika”.

Pernyataan itu langsung memicu kecaman baik dari dalam maupun mancanegara, termasuk dari Kementerian Pertahanan, yang menyebut pernyataan tersebut “sangat membahayakan keamanan AS”.

Di Inggris pernyatan ini mendorong pengusulan petisi agar pemerintah Inggris melarang masuknya Trump.

Hingga awal tahun 2016, petisi itu didukung lebih dari 500 ribu tanda tangan.

Iklan pertama Trump yang disiarkan ke berbagai stasiun televisi di Amerika juga memasukkan janjinya “melumpuhkan ISIS dan menyita minyak mereka”.

Selain itu juga ada seruan untuk menghentikan arus imigrasi dari Meksiko.
Trump menganggarkan dana tak kurang dari 2 juta dolar AS setiap Minggunya untuk kampanye melalui televisi lokal Amerika.

Bagi Anda yang penasaran dengan video iklan Donald Trump yang melecehkan Islam, bisa melihatnya di sini:

Video Donald Trump Melarang Umat Islam Masuk ke Amerika

(Sumber: BBC.Co.Uk)

Artikel ini ditulis oleh: