Jakarta, aktual.com – Program sosial “Jumat Berkah” yang digagas Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baiturrahman terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat lintas latar belakang.
Kegiatan yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi program rutin yang mampu menjangkau ratusan jemaah setiap pekannya, mulai dari warga sekitar hingga para pekerja informal dan musafir.
“Pertama dimulai dari kopi gratis yang tujuannya sebenarnya memang untuk musafir atau pekerja-pekerja informal yang ada di luar. Lalu kemudian ini semakin berkembang karena kelihatannya antusiasme itu tinggi, kita buka menjadi pelayanan makan siang gratis dengan ala prasmanan. Berkembang mulai dari 100-an, lalu naik sampai sekarang ini mungkin lebih dari 300 porsi,” kata ketua DKM Masjid Baiturrahman, Ust. Muhammad Ali Yusuf saat diwawancarai, Bekasi, Jumat (1/5).
Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumsi semata, tetapi juga secara sadar diarahkan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat interaksi sosial yang hidup, tempat tumbuhnya nilai-nilai ukhuwah antarjemaah, serta menjadi ruang pertemuan yang mempererat hubungan kemanusiaan di tengah masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak saling mengenal.
“Tujuan utamanya memang kita ingin supaya masjid ini menjadi apa namanya kemakmuran masjid ya, DKM ya. Jadi memakmurkan masjid yang di antaranya di dalamnya itu supaya para jamaahnya ini bisa saling kenal-mengenal, lalu kemudian secara humanistis mereka bisa berhubungan satu sama lain yang tadinya katakanlah tidak saling kenal-mengenal. Dari situ nanti berlanjut ke urusan muamalah di antara mereka,” lanjutnya.

Penerima manfaat program ini pun terbilang sangat luas dan beragam, mencakup berbagai kalangan yang berada di sekitar masjid, seperti warga setempat dan pekerja informal, hingga mereka yang datang dari luar wilayah, termasuk para musafir yang singgah dan membutuhkan tempat beristirahat.
“Penerima manfaat yaitu tadi jamaah kita yang ada di lingkungan. Yang kedua kemudian jamaah yang pekerja informal yang ada di sekitar, lalu kemudian juga musafir, termasuk ojek online (ojol). Jadi kalau kita lihat siapa saja jemaahnya, boleh dikatakan se-Jabodetabek kira-kira seperti itu,” katanya.
Respon masyarakat terhadap program ini dinilai sangat positif dan menggembirakan, tidak hanya dari sisi para penerima manfaat yang merasakan langsung dampaknya, tetapi juga dari partisipasi para donatur yang dengan sukarela memberikan dukungan, baik dalam bentuk makanan, tenaga, maupun kontribusi lainnya.
“Alhamdulillah sangat positif responnya, baik dari penerima manfaat tadi maupun yang ikut berpartisipasi. Seperti misalnya warga Muslim yang ada di Blok U ini atau RW 20 dan sekitarnya memberikan sumbangsih berupa makanan,” ucapnya.
“Lalu juga respon dari saudara Muslim kita yang ada di luar sana, seperti dari Jawa, Jakarta, Tangerang, Sulawesi, dan Sumatera. Setelah melihat tayangan-tayangan dari teman-teman Masjid Baiturrahman, mereka secara positif ikut memberikan bantuan untuk meramaikan kegiatan Jumat Berkah ini. Jadi donaturnya dari berbagai wilayah,” ungkapnya.
DKM berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat yang bersifat temporer, tetapi dapat terus berjalan secara berkelanjutan dalam jangka panjang, bahkan mampu menjadi inspirasi dan role model bagi masjid-masjid lain untuk menghadirkan program serupa yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Harapannya jamaah makin cinta masjid sehingga bermuara pada kemakmuran masjid. Menjadi contoh bagi masjid lain yang belum melakukan. Kita tidak mau kegiatan ini hanya sekali dua kali lalu bubar. Oleh karena itu, kami melibatkan jamaah dalam operasionalnya supaya berkelanjutan dan jamaah bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Jumat Berkah, Ust. Wawan Julia, menegaskan bahwa program ini dibangun di atas semangat pelayanan yang tulus serta kebersamaan yang kuat, dengan tujuan menghadirkan pengalaman yang lebih humanis melalui interaksi langsung antara pengelola dan jemaah.
“Dulu kami awalnya punya slogan “Melayani Umat, Melayani Jemaah”. Karena kami mau melayani orang-orang yang mau datang ke Masjid Baiturrahman untuk kita layani lebih. Caranya dengan melayani langsung makanan itu ke mereka. Prasmanan atau buffet ini membuat kita bisa kontak langsung dengan mereka, bisa komunikasi langsung, dan mereka juga bisa merasakan spirit kebersamaannya. Motivasinya karena kami punya tiga tujuan Ukhuwah (persaudaraan), Memakmurkan masjid, dan Menjaga silaturahmi,” kata Penanggung Jawab Program Jumat Berkah, Ust. Wawan Julia.
Saat ini, jumlah jemaah yang dilayani terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, yang menjadi indikasi tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus besarnya kepercayaan publik terhadap program Jumat Berkah yang dijalankan.
“Yang kita layani sekarang itu di atas 350 jemaah setiap minggunya,” ucapnya.
Ke depan, pihak DKM berharap program ini dapat terus berlanjut secara konsisten dan berkesinambungan, sekaligus melibatkan lebih banyak generasi muda dalam pengelolaannya, agar nilai-nilai pelayanan, kepedulian sosial, dan kemakmuran masjid dapat terus diwariskan.
“Harapan kami adalah program ini akan terus berlanjut berkesinambungan. Kami ingin terus memberikan nilai positif untuk jemaah. Harapan kami juga kami bisa menularkan program ini ke masjid-masjid lain sehingga akan lebih banyak orang yang melakukan hal serupa, bahkan mungkin bisa lebih baik dari kita. Terakhir, kami berharap generasi muda kita bisa menangani program ini untuk selanjutnya,” ungkapnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















