Jakarta, Aktual.com – Dalam rangka upaya pemerintah menjaring minat investasi dari investor terutama dari asing, Kementerian Perdagangan bakal turut andil dalam Expo 2020 Dubai pada Oktober 2020 mendatang. Expo ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan Indonesia pada Dubai Expo serta mendorong ekspor ke negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya.

“Pemerintah dan swasta telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp400 miliar untuk membangun Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Anggaran tersebut sebanyak 75 persen berasal dari Pemerintah, sedangkan sisanya dari swasta,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward di Tangerang, Jumat (18/10).

Paviliun Indonesia akan beroperasi selama 173 hari dengan menampilkan berbagai produk dan jasa unggulan Indonesia. Bersama dengan stakeholder terkait, Paviliun akan menyuguhkan berbagai event termasuk bisnis forum dan bisnis matchin untuk menjaring investor dan mencari potensi pasar ekspor baru.

“Posisi paviliun kita sangat strategis, modern dan futuristik. Kita tidak menetapkan target ekspor dan investasi yang bisa kita dapat, tapi kita ciptakan image positif tentang Indonesia yang menjanjikan sehingga kedepan investasi dan pasar ekspor bisa masuk,” tambahnya.

Dalam Expo 2020 Dubai, nantinya akan diikuti oleh 190 negara dan dihadiri lebih dari 25 juta visitor dari seluruh dunia Banyaknya negara yang terlibat dinilai sangat strategis untuk menjaring minat investor dan mencari negara partner untuk menggenjot ekspor. Saat ini tercatat sudah ada lima perusahaan yang telah akan terlibat dalam Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Kelimanya adalah PT Astra International Tbk [ASII] sebagai sponsor utama, kemudian PT Gajah Tunggal Tbk, Grup APRIL, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan Citarasa Prima (CRP) Group selaku pengelola restoran di Paviliun Indonesia. WIKA sendiri ditetapkan sebagai kontraktor pemenang yang akan membangun paviliun Indonesia yang modern dan futuristik.

Beberapa sektor unggulan yang bisa ditawarkan antara lain sektor otomotif, sektor konstruksi, dan industri kreatif. Tiga sektor tersebut dianggap prospektif dan terbukti bisa go internasional. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mempromosikan sektor-sektor lain seperti pariwisata, UMKM berbasis ekspor dan lainnya.

“Yang akan diunggulkan seperti industri jasa konstruksi, sektor berbasis komoditi, sektor otomotif. Jadi kita akan memanggil pelaku usaha di sektor – sektor itu misal dari otomotif apakah dari pelaku usaha bannya, pelaku usaha accu atau aksesorisnya,” jelasnya.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis mengatakan Indonesia akan diuntungkan dengan meningkatnya wisatawan mancanegara asal United Arab Emirate (UAE). Pasalnya jumlah wisman asal UAE yang berkunjung ke Indonesia saat ini baru sekitar 100 ribu wisman.

“Setelah Groundbreaking 9 September lalu, pembangunan Paviliun Indonesia terus berjalan. Saya optimis, Expo 2020 Dubai dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi untuk Indonesia khususnya dari negara timur tengah maupun negara lainnya. Selama ini ekspor kita ke UAE sekitar USD1,5 miliar dolar kita impor dari UAE USD2 juta dolar, jadi kita defisit setengah miliar dolar. Dengan Dubai expo ini kita bisa tekan defisit itu, syukur-syukur bisa surplus nantinya,” katanya.

General Manager Corporate Communications PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto optimis dengan keikutsertaan Astra sebagai sponsor utama akan memperkuat konsep Indonesia Emas 2045. “Kami berharap dapat turut mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Astra yaitu sejahtera bersama bangsa,“ kata Boy Kelana.

Uniknya Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai Stand Paviliun Indonesia didesain secara futuristik dan dipadukan dengan berbagai motif traditional. Diharapkan paviliun ini akan menjadi wajah Indonesia masa depan dengan berfondasikan berbagai inovasi, beyond technology dan tetap selaras dengan berbagai kearifan lokal bangsa Indonesia.

Paviliun Indonesia terletak di jalur utama di distrik “Opportunity” yang strategis dengan luas lahan 1.860 m2. Paviliun bertema “Transforming Future Civilization Through Innovations and Diversity” ini akan terdiri dari 3 lantai. Setiap lantai akan memiliki cerita yang berbeda-beda tapi saling terkait dan berkelanjutan. Semua cerita yang ada di tiap lantai akan ditampilkan secara Entertainment, Interaktif dan Futuristik.

Lantai 1 yang bertema “To Build World A New” akan memberikan gambaran tentang Indonesia dalam kemasan “Connecting Yesterday – Today & Tomorrow” dengan menampilkan sekilas sejarah Indonesia (15%), Indonesia hari ini (25%) dan Indonesia Masa Depan (60%).

Lantai 2 akan menampilkan berbagai inovasi dan Konsep Indonesia Emas 2045. Tema di lantai ini adalah “Celebrating you, me together we transform the future”. Selain menampilkan instalasi yang canggih, lantai ini juga memiliki studio bioskop layar lebar berkualitas tinggi (high quality cinema) sebagai tempat pemutaran film pendek yang menarik tentang bagaimana Indonesia menciptakan masa depan bervisi global namun tetap berlandaskan kearifan lokal. Area ini juga digunakan sebagai sarana presentasi untuk menarik investasi.

Di akhir cerita, pengunjung akan disajikan suasana “Night Market” yang kental dengan berbagai keragaman budaya, keramahan dan kehangatan khas masyarakat indonesia yang bertema Welcome to Majestic Land of Diversity. Dengan mengunjungi Paviliun Indonesia, pengunjung akan merasakan Home of Diversity, A Feeling of Tomorrow.

(Abdul Hamid)