Polisi mengamankan puluhan liquid atau cairan untuk rokok elektronik (vape) yang didatangkan dari Belanda saat jumpa pers di Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (1/11/2017). Liquid bermerk Dvtch Amsterdam tersebut mengandung narkoba jenis canabinoid. Tersangka melanggar pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) subsider pasal 112 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. AKTUAL/Tino Oktaviano

Beijing, Aktual.com – Sejumlah ilmuwan di China berhasil menemukan metode baru yang memungkinkan seseorang mampu membatasi atau menghentikan kecanduan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

Satu studi telah dipublikasikan BMC Biology atas hasil penelitian selama lima tahun oleh satu tim yang dipimpin Prof Zheng Ping dari School of Basic Medical Sciences and Institutes of Brain Science di Fudan University, Shanghai.

Saat seseorang berupaya melakukan detoksifikasi kecanduan narkoba dalam situasi tertentu, maka sangat mudah membangkitkan ingatannya akan narkoba, sehingga berpotensi kecanduan lagi, demikian garis besar penemuan tersebut seperti dilansir China News Service.

“Lebih dari 95 persen pengguna narkoba kembali kecanduan setelah detoksifikasi,” kata Xia Yu, psikolog yang memiliki spesialisasi rehabilitasi narkoba di Beijing, seperti dikutip Global Times.

Menurut dia, seseorang kembali kecanduan narkoba karena dipicu oleh situasi lingkungan dan kondisi kejiwaannya. Tim peneliti Fudan University melakukan eksperiman terhadap tikus kecanduan morfin yang ditempatkan dalam dua kardus dalam kondisi berbeda.

(Andy AbdulHamid)