Logo IMF (ilustrasi)
Logo IMF (ilustrasi)

Jakarta, Aktual.com – Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan yang bertajuk World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2020. Dalam laporan itu, IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 terkontraksi hingga minus 1,5 persen. Angka ini lebih dalam dibanding proyeksi sebelumnya yang dirilis pada bulan Juni lalu yakni minus 0,3 persen.

“Hampir seluruh negara berkembang diperkirakan mencatat kontraksi ekonomi tahun ini. Sementara negara seperti India dan Indonesia tengah berjuang untuk membuat pandemi lebih terkendali,” tulis IMF dalam laporannya, dikutip pada Rabu (14/10).

Tak hanya ekonomi RI saja yang mengalami kontraksi. Dalam laporan tersebut, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi di ASEAN 5 yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam angka pertumbuhan ekonominya minus 3,4 persen sepanjang tahun 2020. Angka proyeksi ini masih memperhitungkan ketidakpastian yang berasal dari COVID-19.

IMF merinci ekonomi ASEAN 5 sebagai berikut: Indonesia minus 1,5 persen, Thailand minus 7,1 persen, Malaysia minus 6,0 persen, Filipina minus 8,3 persen, dan Vietnam minus 1,6 persen. Dari data tersebut, ekonomi Filipina yang terkontraksi paling dalam.

Sementara itu, IMF juga turut memperkirakan ekonomi dunia pada 2020 mengalami kontraksi minus 4,4 persen. Membaik dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April lalu yaitu minus 4,9 persen.

“Ekonomi dunia perlahan mulai keluar dari jurang terdalam. Namun dengan virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang masih menyebar, beberapa negara mulai mengerem pembukaan kembali aktivitas publik (reopening) dan sebagian bahkan mulai menerapkan karantina wilayah (lockdown) skala lokal. Perjalanan pemulihan ekonomi dunia ke level pra-pandemi masih panjang dan rentan berbalik arah,” tulis laporan itu.

(A. Hilmi)