Tangkapan layar hasi survei elektabilitas calon presiden untuk pemilihan umum 2024 yang disiarkan oleh indEX Research

Jakarta, Aktual.com – Lembaga survei Indikator merilis hasil survei mengenai elektabilitas bakal calon presiden pada Pilpres 2022. Dalam simulasi tiga nama berdasararkan efek popularitas, Ganjar Pranowo berada di posisi teratas.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi memaparkan simulasi ini melibatkan dua sampel.

Pertama seluruh sampel survei berjumlah 1.220 responden. Kemudian responden yang sudah mengenal Ganjar, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto berjumlah 888 responden.

Hasilnya, Burhanudin menyampaikan elektabilitas Ganjar meningkat dari simulasi yang melibatkan seluruh sampel yang hanya sebesar 33,9 persen.

“Jika diasumsikan tingkat popularitas sudah imbang antara tiga nama maka Ganjar Pranowo menguat menjadi sekitar 43 persen,” ujar Burhanudin dalam konferensi pers virtual di YouTube Indikator, Kamis (1/12).

Sedangkan Anies Baswedan, Burhanudin menyebut tidak berubah di sekitar 32 persen, dan Prabowo Subianto menurun menjadi sekitar 18,4 persen dari semula 23,9 persen.

“Adapun responden yang belum memilih menjadi sekitar 6,6%,” ujarnya.

Lebih lanjut, Burhanudin menyampaikan popularitas Ganjar meningkat cukup besar pada periode Februari ke April 2022.

“Kedisukaan terhadap Ganjar selalu lebih tinggi, sementara kedisukaan terhadap Prabowo dan Anies tampak selalu berhimpit,” ujar Burhanudin.

Berdasarkan data November 2022, responden yang mengenal atau mengetahui Ganjar sudah mencapai 76 persen, meningkat 13 persen jika dibandingkan pada bulan Juni 2021.

Survei Indikator diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022. Populasi survei ini adalah mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Wisnu)