Sejumlah atlet bulutangkis Indonesia memberikan semangat kepada tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa ketika melawan pebulutangkis Thailand Sappanyu Avihingsanon pada final Bulu Tangkis Beregu Putra SEA Games ke-28 di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Jumat (12/6). Tim Bulutangkis Indonesia menang 3-2 atas Thailand dan berhak mendapatkan medali emas. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Asf/pd/15.

Jakarta, Aktual.com – Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil merebut medali emas pada nomor pertandingan beregu sekaligus memupuskan harapan tim Thailand untuk mengawinkan gelar dalam SEA Games 2015.

Tim Indonesia menaklukkan tim putra Thailand dengan kedudukan 3-2 dalam pertandingan final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium Singapura, Jumat malam (12/6).

Ihsan Maulana Mustofa kembali menjadi pemain penentu kemenangan tim Merah-Putih dalam pertandingan nomor beregu SEA Games 2015.

Pemain asal klub Djarum Kudus itu mengalahkan tunggal putra Thailand Suppanyu Avihingsanon dengan skor 20-22, 21-16, 21-9 dalam pertandingan selama 63 menit.

“Mungkin pada akhir game kedua, saya lihat dia sudah mulai capek. Saya lebih bersemangat lagi dari kondisi dia, itu bahwa saya lebih kuat dari dia,” kata Ihsan.

Sebelumnya, Ihsan sebagai juru kunci tim putra Indonesia berhasil mengalahkan tunggal putra Malaysia Mohamad Arif Abdul Latif dengan skor 21-12 dan 22-20 dalam pertandingan putaran semifinal SEA Games 2015 di Singapore Indoor Stadium, Kamis (11/6).

“Banyak hal yang mempengaruhi. Tapi mungkin saya bisa berpikir positif saat itu. Bagaimana caranya agar bisa, bisa, dan bisa,” kata Ihsan tentang upayanya mengatasi tekanan pada pertandingan partai terakhir.

Pada pertandingan partai pertama Jonatan Christie mewakili tim Indonesia menghadapi tunggal putra andalan Thailand Tanongsak Saensomboonsuk. Tapi, Jonatan seakan dipaksa mengakui ketangguhan pemain peringkat 22 dunia itu dengan kekalahan 17-21 dan 19-21.

Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang turun pada partai kedua melawan ganda Bodin Issara/Nipitphon Puangpuapech mampu menyeimbangkan kedudukan Indonesia menjadi 1-1. Angga/Ricky menumbangkan Bodin/Nipitphon dengan skor 21-15, 21-13 dalam waktu 30 menit.

“Tadi kami hanya berpikir untuk dapat satu demi satu angka. Walaupun tim sedang ketinggalan, namun kami tidak memikirkan itu,” kata Angga.

Pada partai ketiga, tunggal putra Firman Abdul Kholik tidak mampu menambah poin bagi tim setelah kalah dari Boonsak Ponsana dengan skor 7-21, 21-14 dalam waktu 30 menit.

“Saya merasa selalu ditekan oleh dia. Saya mau bangkit susah. Pada pertandingan berikutnya, saya harus lebih sabar dan bermain lebih rapi,” kata Firman.

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mampu menyeimbangkan lagi kedudukan tim Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2-2 atas tim Gajah Putih. Kevin/Marcus meraih skor 21-19, 18-21, dan 21-14 selama 46 menit pertandingan.

“Saya pribadi merasa mainnya kurang enak, sedang tidak nyaman saja. Tetapi kondisi saya baik-baik saja, tidak ada masalah fisik atau stamina,” kata Kevin.

Pelatih tunggal putra Indonesia Hendry Saputra yang mendampingi tim putra PBSI mengatakan penampilan anak asuhannya luar biasa karena mampu lepas dari tekanan Thailand hingga akhir pertandingan.

“Kami bersyukur karena berhasil meraih emas. Tentunya ini akan menjadi motivasi pada pertandingan berikutnya. Mental para pemain sangat bagus di sini,” kata pelatih yang akrab disapa koh Hendry.

Kemenangan tim bulu tangkis putra Indonesia itu sekaligus menempatkan Indonesia dalam peringkat kedua sementara perolehan medali cabang bulu tangkis SEA Games 2015. Indonesia meraih satu medali perak dan satu medali perunggu.

Posisi pertama klasemen sementara cabang bulu tangkis diraih tim Thailand dengan satu medali emas dan satu medali perak. Thailand meraih medali emas untuk nomor beregu putri setelah mengalahkan tim Malaysia 3-0.

(Ant)

()