Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (IPC), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya menyebutkan bahwa harus ada integrasi antara pelabuhan dengan industri. Salah satu tujuannya adalah untuk menekan biaya logistik (logistic cost) yang selama ini menjadi salah satu masalah dalam perekonomian RI. Pelabuhan Tanjung Priok harus terintegrasi dengan kawasan industri di Cikarang misalnya Kawasan Jababebeka dan lain-lain. Karena mau tidak mau, pelabuhan harus terhubung dan berkolaborasi dengan pengguna dalam hal ini industri. Sebagai tempat keluar dan masuk barang, pelabuhan memegang peranan penting terhadap kelangsungan industri baik untuk membeli bahan baku maupun menjual barang produksinya. Konsepnya harus kolaborasi dan grow together (tumbuh bersama). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Sektor transportasi dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan tinggi mencapai 25,81 persen (y-o-y) pada kuartal III 2022 ini.

DB Schenker, salah satu pemimpin global di bidang manajemen rantai pasok dan solusi logistik dunia, mendorong pelaku industri nasional untuk memperbarui manajemen rantai pasok, khususnya dalam memperkuat sistem logistik lewat teknologi.

Karakteristik sistem dinilai harus gesit sehingga perpindahan barang dan komoditas kepada konsumen menjadi lebih efisien, tepat waktu, dan memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Pergeseran menuju ekonomi digital menjadi salah satu terobosan mendasar dalam beberapa tahun terakhir, yang turut berdampak signifikan ke manajemen rantai pasok.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor ritel, sebagai usaha yang banyak terdampak dari adaptasi transaksi digital masyarakat, tetapi juga di berbagai industri lain, sekalipun perubahannya mungkin tidak terlalu pesat.

Memanfaatkan momentum tersebut, kami mendorong pelaku industri di berbagai bidang untuk memperbarui strategi rantai pasok supaya dapat mengakomodasi pengiriman yang lebih cepat dan fleksibel.

“Dengan 150 tahun pengalaman di tingkat global, DB Schenker memahami dengan jelas bahwa dampak dari sistem logistik gesit berkontribusi menumbuhkan industri dan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Meski demikian, pengejawantahannya perlu didukung oleh inovasi teknologi, solusi berkelanjutan, dan aset sumber daya manusia berpengalaman untuk membuat servisnya relevan. Maka, penting untuk menawarkan servis logistik yang terintegrasi, dengan solusi lintas moda sebagai sebagian cara dalam mendorong transparansi serta efisiensi layanan,” kata President Director DB Schenker Indonesia Victor Lim dalam keterangannya, Senin (12/12).

Ekspansi Solusi di Industri Transportasi dan Pergudangan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Dengan penerimaan yang stabil dari Penanaman Modal Asing (PMA), pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur, yang memungkinkan interkoneksi jalur domestik dan internasional untuk mencapai pelosok Indonesia.

“Dengan perluasan jaringan transportasi tersebut, saat ini kargo dapat dikirimkan melalui beragam pilihan moda untuk kebutuhan dalam negeri. Dalam operasionalnya, DB Schenker Indonesia sendiri turut mengakomodasi integrasi layanan transportasi dan pergudangan lewat jalur darat (termasuk penggunaan moda kereta), laut, maupun udara. Dampaknya, pelaku industri makin punya pilihan yang beragam untuk memutuskan moda apa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam menghemat biaya, mengurangi waktu transit secara lebih baik, dan memastikan produk terkirim tepat waktu,” kata Victor.

Meskipun strategi logistik multimoda ini dapat memberikan hasil yang positif, tetapi implementasinya sangat bergantung pada teknologi. Sebab itu, DB Schenker di Indonesia menggunakan sistem manajemen transportasi (TMS) yang maju untuk melacak kargo yang dikirimkan lewat darat, laut, atau udara.

Perusahaan juga melengkapi kontainer pengiriman dan truk dengan sensor Internet of Things (IoT) untuk menyimpan semua data pengiriman secara sistematis. Termasuk, informasi tentang posisi, suhu, kelembaban, dan insiden yang berkaitan dengan cahaya atau getaran selama di perjalanan.

Teknologi ini memungkinkan DB Schenker untuk meningkatkan transparansi lewat pelacakan data secara real-time terkait lokasi maupun moda transportasi yang digunakan. Dengan demikian, hal ini akan meningkatkan keamanan dan kualitas pengiriman produk, termasuk yang berasal dari maupun menuju wilayah paling terpencil di Indonesia.

Solusi Logistik Berkelanjutan untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Selama beberapa tahun terakhir, DB Schenker telah berinvestasi besar-besaran untuk solusi logistik berkelanjutan, untuk mencapai nol emisi karbon pada 2040.

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan oleh DB Schenker adalah VoloDrone, yakni drone elektrik dan bebas emisi, yang dapat mengangkut kargo bermuatan berat hingga 200 kilogram untuk jarak sejauh 40 kilometer. DB Schenker berharap, VoloDrone dapat menjadi bagian dari alternatif solusi yang dapat diterapkan di Indonesia pada masa mendatang.

“150 tahun lalu, kami merevolusi industri transportasi dan pergudangan dengan menjadi perusahaan logistik pertama yang mengonsolidasikan pengiriman antar moda. Kini, menjadi ambisi DB Schenker untuk sekali lagi merevolusi industri transportasi dan pergudangan lewat implementasi solusi logistik hijau. Kami percaya diri, langkah ini menjadi kontribusi kami untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keberlanjutan di Indonesia,” kata Victor.

(Wisnu)