Garut, Aktual.comTim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pemeriksaan kondisi daerah yang terdampak bencana gempa aktivitas Sesar Garsela di Kecamatan Samarang dan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengetahui tingkat potensi kerawanan gempa di daerah itu.

“Ada dari PVMBG, sekarang sedang ke lapangan untuk memeriksa terkait kondisi tanah di sana,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Satria Budi di Garut, Jumat (3/2).

Ia menuturkan tim dari PVMBG itu akan memeriksa daerah yang menimbulkan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang terjadi, Rabu (1/3) malam.

Petugas PVMBG, kata dia, melakukan kajian struktur tanah di dua kecamatan yakni Kecamatan Pasirwangi dan Samarang yang diketahui banyak rumah warga rusak.

“PVMBG sedang melihat struktur tanah seperti apa, mengecek kondisi tanah ada pergerakan, atau bagaimana,” katanya.

Ia menyampaikan tim dari PVMBG akan melakukan penelitian di daerah terdampak gempa itu selama dua hari sesuai surat tugasnya dimulai Jumat sampai Sabtu (4/2).

Ia berharap kehadiran tim dari PVMBG dapat diketahui kondisi daerah tersebut, untuk selanjutnya melakukan persiapan agar bisa terhindar dari bahaya bencana gempa bumi.

“Ini sebagai upaya mitigasi kebencanaan, jadi tahu kondisi di sana seperti apa,” katanya.

Ia mengungkapkan hasil pemeriksaan di lapangan oleh BPBD Garut bahwa kebanyakan rumah warga yang rusak karena tidak memasang besi untuk membangun dinding tembok.

Bangunan yang rusak itu, kata dia, merupakan rumah yang sudah tua atau dibangun sekitar tahun 1970 dan 1980-an yang pada waktu itu tidak memakai besi untuk tiang-tiang rumahnya.

“Sekarang masyarakat sudah mulai sadar bahwa rumah yang rusak dibangun tahun 70-an itu tidak pakai besi, sekarang kalau dibangun lagi akan pakai besi,” katanya.

Laporan sementara bencana gempa bumi telah menyebabkan 495 rumah warga rusak, terdiri dari 450 rumah di Kecamatan Pasirwangi dan 45 rumah di Kecamatan Samarang. Selain rumah ada juga delapan bangunan sekolah rusak.

Bencana itu hanya menimbulkan kerugian materi dan tidak ada korban jiwa.

(Wisnu)