Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menyatakan bahwa 1.000 hari kepemimpinan Joko Widodo sebagai masa duka bagi bangsa Indonesia.

Di tengah segala pencapaian yang diraih Indonesia dalam 19 tahun reformasi justru terpudar dan cenderung mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Jokowi.

Koordinator BEM-SI, Wildan Wahyu Nugroho bahkan menyatakan bahwa Jokowi telah membuat kondisi hukum, ekonomi dan politik Indonesia kembali pada masa terburuknya.

Penegakan hukum yang tebang pilih dan korupsi yang seolah tiada henti, dicabutnya subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) dan hilangnya Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium di pasaran, serta diberangusnya kebebasan berpendapat masyarakat, disebut Wildan sebagai bukti sahid tentang kemunduran yang terjadi di Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi.

“1000 hari (kepemimpinan Jokowi) bukan malah membaik, justru malah semakin menampakkan bahwa kondisi negara ini sedang sangat tidak baik-baik saja,” ungkap Wildan dalam rilis resminya kepada Aktual, Rabu (16/8).

Oleh karenanya, BEM-SI pun merilis pernyataan resminya mengenai 1.000 hari Kepemimpinan Jokow-JK. Tiga poin yang menjadi sikap resmi BEM-Si adalah sebagai berikut

1. Mengecam keras Joko Widodo atas penerbitan Perppu No. 2 tahun 2017 karena mengancam nilai demokrasi.

2. Mendesak Setya Novanto untuk segera mundur dari jabatannya dan menaati proses hukum yang berlaku.

3. Menuntut Jokowi realisasikan nawa cita, stop pencitraan.

Laporan: Teuku Wildan A

(Nebby)