Jakarta, Aktual.com – PT Pos Indonesia menyatakan saat ini perusahaan tengah melakukan tujuh transformasi usaha guna meningkatkan kinerja BUMN yang bergerak di bidang layanan logistik tersebut.

Dirut PT Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/11) menyatakan tujuh transformasi tersebut yakni Business Transformation, Product and Channel Transformation, Transformation Process, Technology Transformation, Human Resourch Transformation, Organization Transformation, dan Culture Transformation.

“Transformasi tersebut khususnya di bidang bisnis, produk, dan channel tak akan berhasil bila tidak berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, dan di antaranya adalah PP Muhammadiyah,” kata Faizal.

Sebelumnya PT Pos Indonesia dan PP Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman tentang pemanfaatan produk dan layanan PT Pos untuk mendukung program kerja Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang diteken Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal R. Djoemadi dan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir yang diwakili Sekretaris Umum Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin, (7/11).

Faizal menambahkan perusahaan terus berinovasi dengan melayani dan menjangkau setiap pelosok Indonesia. Pilar layanan utama yaitu, menyediakan layanan bisnis kurir, logistik, jasa keuangan, dan properti.

“Pada semua layanan itu terus dilakukan transformasi dan inovasi melalui digitalisasi pelayanan sehingga diharapkan dapat melayani lebih mudah, lebih cepat, transparan dan akuntabel,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga telah menghadirkan beragam akses layanan jasa keuangan ke semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Kerja sama antara Pos Indonesia dengan PP Muhammadiyah, tambahnya bukan hal yang baru karena pada 14 Januari 2022, sudah ada Perjanjian Kerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU) tentang layanan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana kedermawanan lainnya melalui PT Pos Indonesia (Persero).

Faizal juga menyebutkan bahwa masih banyak potensi kerja sama yang bisa dijajaki dengan PP Muhammadiyah, di antaranya adalah Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang pemanfaatan aplikasi Pospay oleh Muhammadiyah dalam bentuk aplikasi WhiteLabel Pospay-MU; Agenpos Bisnis Kurir Logistik di semua lembaga yang dimiliki Muhammadiyah; Pospay Kios di semua lembaga yang dimiliki Muhammadiyah; Pembayaran Uang Sekolah/Mahasiswa dari semua lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Produk layanan kurlog dan jasa keuangan lainnya.

Dia berharap kerja sama PT Pos Indonesia dengan Muhammadiyah akan terjalin dalam jangka waktu lama.

Sementara itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah  Abdul Mu’ti menuturkan harapannya agar kerja sama antara PP Muhammadiyah dan Pos Indonesia akan berjalan baik meningkatkan kesejahteraan umat.

Berdasarkan MoU yang telah disepakati bersama, kerja sama antara PT Pos Indonesia dan Muhammadiyah akan meliputi beberapa bidang, terutama beberapa hal yang menyangkut relasi, hubungan mutualistis yang diperlukan oleh Muhammadiyah.

(Warto'i)