Ilustrasi Belajar Ilmu Tasawuf

Jakarta, aktual.com – Belajar merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan bahkan Sayyiduna Umar bin Al Khatthab Ra menyampaikan pesan yang sangat mendalam:

تَفَقَّهُوا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوا

“Belajarlah sebelum kamu diangkat menjadi pemimpin,”

Pesan ini juga disampaikan oleh imam Al Bukhari dalam kitab Shahih-nya, lalu ia menambahkan:

وَبَعْدَ أَنْ تُسَوَّدُوا وَقَدْ تَعَلَّمَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كِبَرِ سِنِّهِمْ

“Dan juga setelah diangkat menjadi pemimpin, dulu para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun belajar di usia tua,”

Maksudnya, belajarlah ilmu agama, baik sebelum maupun setelah kamu menjadi pemimpin.

Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

وَإِنَّمَا عَقَّبَهُ الْبُخَارِيُّ بِقَوْلِهِ وَبَعْدَ أَنْ تُسَوَّدُوا لِيُبَيِّنَ أَنْ لَا مَفْهُومَ لَهُ خَشْيَةَ أَنْ يَفْهَمَ أَحَدٌ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ السِّيَادَةَ مَانِعَةٌ مِنَ التَّفَقُّهِ وَإِنَّمَا أَرَادَ عُمَرُ أَنَّهَا قَدْ تَكُونُ سَبَبًا لِلْمَنْعِ لِأَنَّ الرَّئِيسَ قَدْ يَمْنَعُهُ الْكِبْرُ وَالِاحْتِشَامُ أَنْ يَجْلِسَ مَجْلِسَ الْمُتَعَلِّمِينَ

“Maksud Al Bukhari menambahkan pesan dan setelah menjadi pemimpin adalah untuk menjelaskan bahwa ucapan Umar tidak boleh dipahami sebaliknya. Ia khawatir ada orang yang memahami bahwa menjadi pemimpin berarti berhenti dari belajar ilmu agama. Yang dimaksud Umar hanyalah kepemimpinan berpeluang besar menjadi sebab penghalang dari belajar ilmu agama. Sebab, seorang pemimpin bisa jadi merasa malu (gengsi) untuk duduk di majlis para santri,”

Begitulah pada umumnya, salah satu masalah pemimpin adalah membuatnya berhenti kembali ke majlis ilmu. Padahal ia tidak boleh berhenti belajar sepanjang hayat masih di kandung badan.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)