Sejumlah jamaah tengah beritikaf dengan membaca Quran dan sholat di antara jamaah yang terlelap di Masjid Istiqalal, Minggu (18/6/2017) dini hari. Ribuan warga meramaikan masjid untuk beritikaf atau berdiam diri di masjid dengan memperbanyak aktivitas ibadah di sisa malam terakhir Ramadhan untuk mengharap Lailatul Qadar. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – ‘Subhanallah wa bi hamdih’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim merupakan dua kalimat yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Namun seperti yang tertulis dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua kalimat yang ringan diamalkan oleh lisan tapi berat dalam timbangan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua kalimat, yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman, ‘ Subhanallah wa bi hamdih (Mahasuci Allah dan Segala puji hanya bagiNya)’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim (Mahasuci Allah yang Mahaagung).”

Seperti yang dikutip dari Kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, derajat hadits ini Hadits Mutttafaq ‘alaihi. Selain dua kalimat tersebut, ada sejumlah amalan ringan namun memiliki pahala besar.

Berikut beberapa amalan ringan berpahala besar:

1. Mendengarkan Adzan

Amalan ringan berpahala besar yang pertama ialah mendengarkan adzan. Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia berdoa, ‘Ya Allah Tuhan panggilan yang sempurna (panggilah Tauhid) dan sholat yang didirikan, berilah kepada Muhammad kemuliaan dan keutamaan dan berilah untuknya tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan kepadanya. ‘Akan mendapatkan syafaatku kelak pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari).

2. Mengamini Imam Waktu Sholat

Mengamini imam waktu sholat menjadi amalan ringan berpahal besar yang bisa kita lakukan. Sebagaimana Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila imam beramin maka beraminlah pula karena barangsiapa yang aminnya sesuai dengan aminnya para malaikat maka telah dihapuskan dosanya yang telah lalu. Ibnu Syihab berkata, ‘Rasulullah saw mengucapkan Aamiin.”

Dalam hal menirukan aamiin-nya imam ini Rasulullah saw bersabda,

“Apabila imam membaca, Ghairilmagdhuubi’alayhim waladdhallin’ (Bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)). Maka ucapkanlah, ‘Aamiin’ karena apabila ucapan aamiinnya sesuai dengan ucapan aamiin para malaikat maka telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Mengucapkan “Rabbana Lakal Hamdu’ dalam Sholat

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Apabila imam membaca ‘Sami’allahuliman hamidah’ (Allah mendengar orang yang memujinya) maka ucapkanlah, ‘Rabbana lakal hamdu’ (Ya Allah, ya Tuhan kami, hanya untukmu segala pujian) karena barangsiapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan para malaikat maka telah dihapuskan dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Membaca Basmallah Sebelum Beraktivitas

Dalam buku “200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat” oleh Abdillah F.Hasan menyebutkan basmallah ‘Bismillahirrahmaanirrahiim’ yang berarti menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mengucapkan bismillah merupakan sesuatu yang dianjurkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Setiap amalan yang terdapat kepentingan di dalamnya jika tidak dimulai dengan (menyebut) nama Allah maka terputus (keberkahannya).” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

5. Tidur dalam Keadaan Suci

Tidur dalam keadaan suci menjadi amalan ringan berpahala besar yang mudah dilakukan. Dalam Islam tidur merupakan kenikmatan besar yang diberikan Allah ke ciptaan-Nya sehingga disunnahkan untuk mensucikan diri sebelum tidur.

Allah Swt berfirman:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23).

Dalam ayat lain dikatakan, tidur bukan sekadar rutinitas biasa tetapi menjadi wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash: 73).

6. Sujud Syukur

Sujud syukur dilakukan secara spontan saat mendapat kabar gembira atau menyenangkan. Saat mendenfar kabar yang menyenangkan, Rasulullah Saw menyungkur bersujud untuk bersyukur kepada Allah.

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf ra., ia berkata “Rasulullah Saw pernah keluar (bepergian) lalu beliau menuju shadafah (semacam kemah). Beliau masuk dan menghadap kiblat, kemudian bersujud dengan sujud lama, sehingga aku mengira Allah telah mencabut nyawa beliau.

Aku mendekati beliau, lalu duduk. Beliau mengangkat kepalanya dan bertanya, ‘Siapa ini?’ Aku menjawab ‘Abdurrahman’. Beliau bertanya lagi, ‘Mengapa engkau?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah engkau bersujud dengan suatu sujud yang aku khawatir Allah telah mencabut nyawa engkau.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku dan memberi kabar gembira kepadaku.

Katanya sesunguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa bershalawat kepadamu, Aku akan memberikan shalawat kepadanya. Dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu, Aku pun memberikan salam kepadanya.’ Maka aku bersujud bersykur kepada Allah.” (HR. Ahmad).

7. Istiqamah dalam Beribadah

Amalan ringan berpahala besar yang terakhir ialah istiqamah. Istiqamah adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara berkesinambungan.

Rasulullah Saw bersabda, “Laksanakan amalan semampu kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun sedikit.” (HR. Abu Daud).

Dalam riwayat lain dikatakan tentang amalan ringan berpahala besar yakni, “Beramallah dengan benar dan bersungguh-sungguh. Ketahuilah bahwa sesungguhnya seorang dari kalian tidak akan masuk surga karena amalannya. Mereka bertanya, “Apakah engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga aku, kecuali Allah memberiku rahmat-Nya. Ketahuilah bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang berkesinambungan walaupun itu sedikit,” (HR. Muslim).

Artikel ini ditulis oleh: