Malang, Aktual.co — Arema Cronus melakukan protes terkait insiden buruk yang menimpanya di stadion Mandala, Jayapura, saat menantang Persipura Jayapura, Senin (21/10) lalu.
Sudarmaji, Media Officer Arema Cronus menyebutkan, ada empat poin penting dalam protes yang disampaikan kepada PSSI tersebut.
“Ada empat poin keberatan kami saat pertandingan itu,” ujar Sudarmaji kepada Aktual.co, Kamis (23/10) di Malang, Jawa Timur.
Empat hal itu yakni, aksi vandalisme official dan LOC Tim Persipura yang melakukan aksi pencekikan leher kiper Kurnia Meiga. Menurut Sudarmaji, aksi tersebut sangat tidak pantas dilakukan dan sangat mengancam jiwa kiper Timnas itu.
“Itu sudah menit 80, pemain kekurangan oksigen, dan dicekik, itu membahayakan jiwa kiper,” tegasnya.
Poin kedua yakni, tidak tegasnya wasit dalam memimpin pertandingan, sebab, beberapa keputusan kontroversial wasit menyebabkan permainan menjurus kasar.
“Selain itu wasit juga diam saja saat ada suporter yang melempar, harusnya pertandingan dihentikan, ini mengganggu mental,” terangnya.
Poin ketiga keberatan tim Singo Edan ini adalah terkait oleh panitia pertandingan yang tidak bisa memberi kenyamanan kepada Arema Cronus sebagai tim tamu. Poin ini berjalin kelindan dengan keberatan pada poin keempat yakni keresahan tim karena mendapat perlakuan buruk dari suporter Persipura.
“Kami dilempar botol, botolnya bukan dari plastik tapi dari logam, ini berbahaya sekali,” pungkasnya.
Sementara itu CEO Arema Cronus, Iwan Budianto sangat menyesalkan insiden Papua tersebut. “Kami sangat menyesalkan kejadian di Papua, sebab menurut saya, Sepakbola kita harusnya lebih beradab dari itu,” kata Iwan Terpisah.

()