Dubai, Aktual.com – Pemerintah Iran pada Selasa (27/7) mengatakan bahwa pasukan keamanannya telah menangkap jaringan agen yang bekerja untuk Israel dan telah menyita sejumlah senjata.

Iran menyebut bahwa senjata tersebut direncanakan untuk digunakan selama kerusuhan baru-baru ini yang dipicu oleh masalah kekurangan air di negara itu, menurut laporan media pemerintah Iran.

Pemerintah Iran sering menuduh musuh atau saingannya di luar negeri, seperti Israel, Amerika Serikat, dan Arab Saudi, mencoba mengacaukan negara itu dengan memicu aksi protes dan kekerasan.

Pengumuman tentang penahanan agen dan penyitaan senjata itu muncul pada Selasa setelah aksi protes akibat kekurangan air telah berlangsung selama hampir dua minggu.

Aksi protes tersebut berlangsung sebagian besar di Iran barat daya, yang telah berubah menjadi politis dan menyebar ke daerah-daerah lain.

Pihak berwenang menuduh para pembangkang bersenjata memprovokasi bentrokan selama aksi protes jalanan. Sementara kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan keamanan telah menembaki para pengunjuk rasa.

“Operator Mossad bermaksud menggunakan peralatan itu dalam kerusuhan dan pembunuhan di perkotaan,” kata seorang pejabat Kementerian Intelijen Iran, seperti disampaikan dalam berita yang disiarkan media pemerintah Iran. Namun, pejabat itu tidak memberikan keterangan rinci.

Mossad merupakan badan intelijen Israel.

Sejumlah senjata yang disita termasuk pistol, granat, senapan serbu dan amunisi, kata pejabat yang enggan disebutkan namanya itu. Dia juga menambahkan: “Beberapa (senjata) di antaranya digunakan untuk memprovokasi bentrokan selama protes.”

Sejauh ini tidak ada komentar langsung dari para pejabat Israel. (Reuters)

(As'ad Syamsul Abidin)