Upacara yang diikuti sekitar 1.260 personel gabungan dan tujuannya adalah untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melawan hukum, seperti penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, pelanggaran lalulintas, sehingga dapat mewujudkan prajurit TNI yang profesional dan dicintai rakyat.

Jakarta, Aktual.com – Pengamat militer, Edy Prasetyono, mengharapkan isu kesejahteraan prajurit akan dibahas dalam debat keempat pilpres 2019 yang mempertemukan capres 01, Joko Widodo dan capres 02, Prabowo Subianto.

“Isu mengenai kesejahteraan prajurit pensiunan dapat dimunculkan,” kata Edy di Jakarta, Sabtu (30/3).

Ketua Pokja 8 ini juga berharap isu-isu seperti dwifungsi TNI dan isu kekerasan yang ada di Papua ikut hadir dalam debat pilpres 2019.

“Isu dwifungsi berkaitan dengan penumpukan perwira tinggi mulai kolonel atas kemudian isu muncul mereka akan menempati posisi-posisi diinstansi di kementerian dan lembaga serta berkaitan ada beberapa aksi kekerasan itu di Papua,” katanya.

Peneliti Bidang Tata Kelola Sektor Keamanan, Lokataru Foundation Mufti mengaku belum memiliki bayangan apakah dalam debat nanti berbicara mengenai keamanan dan pertahanan dalam segi mikro atau makro.

Namun, ia berharap pembicaraan mengenai keamanan dan pertahanan dalam segi mikro terutama mengenai kesejahteraan prajurit dapat hadir dalam perdebatan nanti.

“Kalo mikro saya sepakat isu kesejahteraan prajurit,” katanya.

Menurut dia, isu kesejahteraan prajuit merupakan satu paket dengan isu besar mengenai postur pertahanan TNI. Hal ini karena orientasi Keamanan Nasional di Indonesia belum selesai.

“Dengan orientasi Kamnas itu kita membangun postur dari postur akan menentukan seberapa besar kekuatan para personel dan bagaimna kualifikasi yang dibutuhkan untuk personel tersebut. Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah sekarang dan ke depan,” jelasnya.

(Arbie Marwan)