Jakarta, Aktual.co —Indonesia Traffic Watch (ITW) meminta semua pihak khususnya para pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membatalkan rencana menggelar pesta rakyat pada 20 Oktober 2014 mendatang. 
Sebab acara itu dinilai akan mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas, yang berdampak pada kelancaran aktivitas masyarakat. 
Apalagi acara tersebut tidak berkaitan secara langsung dengan kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
“Mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas juga bentuk upaya dukungan terhadap pemerintah. Jadi jangan lakukan kegiatan yang justru mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, di Jakarta, Rabu (15/10).
Edison pun meminta pihak kepolisian mempertimbangkan kembali secara matang, sebelum mengeluarkan ijin pelaksanaan acara tersebut. 
Dan polisi dimintanya jangan sampai merasa tertekan oleh pihak manapun, sehingga langsung memberikan ijin acara tersebut.
“Polisi harus mengutamakan kepentingan masyarakat banyak, apabila kegiatan itu potensi mengganggu Kamseltibcar lalu lintas, sebaiknya jangan diberikan ijin,” ujarnya.
Edison berharap agar masyarakat tidak melakukan kegiatan pengerahan massa yang berpotensi mengganggu lalu lintas.  
”Kan boleh memberikan dukungan dengan memanjatkan Doa di tempat-tempat yang telah ditentukan dan berada di wilayah masing-masing,” kata Edison.
ITW juga mengajak agar para pendukung merancang sebuah kegiatan yang lebih mendidik apalagi yang melibatkan banyak orang, jangan justru kegiatan itu menjadi potensi mengganggu aktivitas masyarakat. 
ITW pun menyarankan agar rencana penyambutan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden itu digelar pada hari libur atau sehari sebelumnya, tepatnya pada hari Minggu 19 Oktober 2014. 
“Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan arus lalu lintas di ibukota Jakarta, jika perayaan itu digelar pada Senin 20 Oktober 2014, untuk itu hendaknya semua pihak harus saling mendukung mewujudkan Kamseltibcar.”

()