Sejumlah anak-anak bermain banjir yang berada di kampung Bayur di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (26/2/2017), kembali terendam banjir. Air yang menggenangi kawasan tersebut setinggi lebih dari 30 centimeter, diduga akibat dari kali sunter . Namun sejumlah anak-anak terlihat senang memanfaatkan banjir untuk bermain air. AKTUAL/Munzir
Sejumlah anak-anak bermain banjir yang berada di kampung Bayur di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (26/2/2017), kembali terendam banjir. Air yang menggenangi kawasan tersebut setinggi lebih dari 30 centimeter, diduga akibat dari kali sunter . Namun sejumlah anak-anak terlihat senang memanfaatkan banjir untuk bermain air. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Kota Jakarta Timur merupakan wilayah yang dialiri oleh tiga sungai besar, yaitu Sunter, Cipinang dan Ciliwung. Namun, pengelolaan yang buruk justru menyebabkan daerah tersebut sangat rentan dilanda banjir.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter di Jakarta, Kamis (15/11).

“Di Jakarta Timur ada beberapa lokasi yang menjadi titik rawan banjir, karenanya kami meminta warga waspada dan bersiap atas berbagai kemungkinan, serta selalu menjaga kebersihan,” kata Jupan.

Jakarta Timur sendiri tengah bersiap dengan pengerahan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur membangun posko untuk warga yang dibangun di dekat titik rawan banjir.

Selain itu, Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Timur juga memastikan 16 kampung siaga bencana (KSB) di wilayah Jakarta Timur telah siap menghadapi musim penghujan yang turut meningkatkan potensi banjir di permukiman warga.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, di kawasan Kota Jakarta Timur yang rawan banjir terdapat di area Kebon Nanas (Kelurahan Cipinang Besar Selatan), Bidara Cina (Kelurahan Bidara Cina).

Selanjutnya, Kampung Melayu (Kelurahan Kampung Melayu), Cipinang Indah (Kelurahan Pondok Bambu), Malaka Selatan (Kelurahan Malaka Sari), Pondok Kelapa (Kelurahan Kelapa), Tegal Amba (Kelurahan Duren Sawit).

Lalu, Halim Perdanakusumah (Kelurahan Halim Perdanakusuma), Cipinang Melayu (Kelurahan Cipinang Melayu), Kampung Makasar (Kelurahan Makasar).

Kemudian kawasan Kramatjati (Kelurahan Kramatjati), Al Hawi (Kelurahan Cililitan), Perumahan BHP (Kelurahan Dukuh), Cipinang Muara (Kelurahan Cipinang Muara).

Kawasan rawan banjir juga ada di Kampung Rambutan (Kelurahan Kampung Rambutan), Ciracas (Kelurahan Ciracas), Cibubur (Kelurahan Cibubur), Kelapa Dua Wetan (Kelurahan Kelapa Dua Wetan) serta kawasan depan Pasar Cibubur (Kelurahan Pekayon) dan Gandaria (Kelurahan Kalisari).

Indonesia diinformasikan memasuki musim hujan pada November 2018 ini. Wilayah Jabodetabek diguyur hujan deras pada 11 November 2018 yang akibatnya beberapa wilayah di Jakarta Timur dan Selatan digenang banjir dari sungai-sungai yang meluap di Jakarta.

Yang terparah, adalah di kawasan Cipinang Melayu dan Cipinang Muara akibat luapan aliran Kali Sunter yang menyebabkan ribuan jiwa terdampak, walau banjir berangsur surut sejak pukul 22:00 WIB dan sepenuhnya pada pukul 06:00 WIB.

Ant.

(Teuku Wildan)