Jakarta, Aktual.co — PT Jasa Marga Tbk membukukan pendapatan usaha meningkat sebesar 16,3 persen pada kuartal III/2014 menjadi Rp5,23 triliun dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp4,47 triliun.

“Sampai dengan Kuartal III/2014 perseroan membukukan pendapatan usaha (di luar pendapatan konstruksi) sebesar Rp5,23 triliun, dengan volume transaksi sebesar 972,13 juta kendaraan,” kata Sekertaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk David Wijayatno dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia mengemukakan bahwa dari pendapatan usaha tersebut, pendapatan jalan tol mengalami peningkatan sebesar 14,9 persen menjadi Rp4,85 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,22 triliun.

“Peningkatan pendapatan tol didukung oleh penambahan pengoperasian ruas baru yang terdiri dari Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Ungaran-Bawen (12,3 km), Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi II A Kedung Halang-Kedung Badak (2 km), dan Jalan Tol JORR W2 Utara (7,9 km),” paparnya.

“Dari seluruh pencapaian tersebut, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,14 triliun, meningkat 11,3 persen dari kurun waktu yang sama tahun lalu Rp1,02 triliun,” katanya.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan transaksi di gardu tol, David Wijayatno mengatakan bahwa pada 3 Oktober 2014 perseroan bersama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melakukan uji coba penggunaan T-Pass di Jalan Tol JORR, yang disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan waktu itu.

“Sampai dengan Kuartal III/2014 penetrasi e-toll adalah 11,7 persen. Pada Kuartal III/ 2014 perseroan juga melakukan upaya penambahan Gardu Tol Otomatis (GTO) sebanyak 20 gardu sehingga total gardu GTO saat ini adalah 222 gardu,” katanya.

Untuk tahun 2015, David Wijayatno mengemukakan bahwa perseroan merencanakan untuk mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV.

“Jasa Marga juga menambah konsesi baru dengan ditunjuknya sebagai pemenang tender Ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km dengan nilai investasi sekitar Rp4 Triliun,” paparnya.

()

(Eka)