Jakarta, Aktual.com – Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan minat masyarakat untuk menggunakan uang elektronik pada gardu tol (e-toll) masih rendah yakni baru 28 persen padahal fasilitas tersebut dapat mengurai kemacetan antrean masuk gerbang tol.

“Kami melakukan gerakan nontunai. Kalau pakai e-money, itu akan berkurang separuh waktunya sehingga bisa memperlancar lalu lintas. Sayang pemakaian e-toll ini baru 28 persen, padahal alatnya sudah 100 persen,” kata Desi di Jakarta, ditulis Sabtu (24/6).

Desi mengatakan seluruh gardu tol di Jasa Marga baik otomatis maupun manual sudah bisa menggunakan uang elektronik.

Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan uang elektronik, Jasa Marga pun memberlakukan diskon tarif tol sebesar 20 persen untuk pengguna e-toll pada mudik Lebaran 2017. Diskon ini berlaku pada tarif tol yang dioperasikan Jasa Marga dan berlaku saat H-3 sampai H+2 Lebaran.

Ia berharap masyarakat menyadari pentingnya penggunaan e-toll saat perjalanan mudik.

(Eka)