Surabaya, Aktual.com – Sekitar dua bulan yang lalu Jawa Timur secara tegas menolak adanya impor daging sapi beku. Hal tersebut dilakukan lantaran produksi ternak sapi di Jawa Timur, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun kini beredar isu bahwa di Jawa Timur bakal impor daging kerbau dari India.

Menanggapi isu tersebut Anggota komisi B DPRD Jatim, Chusainudin, menjelaskan bahwa dirinya mendukung adanya import daging kerbau. Karena hal itu bisa menstabilkan harga daging sapi yang saat ini masih di atas 100 ribu per kilogram.

“Pasti ada rencana untuk import daging kerbau. Makanya kami berharap agar masyarakat bisa cepat beradaptasi untuk beralih gisi dari daging sapi ke daging kerbau.” kata Chusainudin, Sabtu (24/9).

Dikatakannya, import daging sapi tidak akan berpengaruh pada peternak sapi. Yang dikhawatirkan adalah ketika akan melakukan impor daging sapi dari Australia yang bisa berdampak pada peternak daerah.

Sementara ditempat terpisah, Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, bahwa dirinya malah tidak tahu jika ada wacana import. “Saya nggak tahu itu. Mungkin akan dipakai campuran. Yang jelas sapi di Jawa Timur itu surplus.” terangnya.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan, di Jawa Timur saat ini Jawa Timur justru sebagai pemasok sapi untuk daerah di luar jatim. Oleh sebab itu, ia membantah Jawa Timur positif impor daging kerbau. Alasannya pangsa pasar daging kerbau dinilai masih rendah di Jatim.

Apalagi, produksi ternak sapi di Jawa Timur saat ini mencapai 800 ribu ekor. Sedang kebutuhan masyarakat jawa timur mencapai 500 ribu ekor.

“Inikan surplus 300 ribu ekor. Nah, sebentar lagi pemprov jugabsedang berupaya meningkatkan produksi ternak sapibdengan cara membuat sentra pengembangbiakan sapi potong di beberapa daerah di Jawa Timur.” tutupnya. (Budiawan)

(Ahmad H. Budiawan)

(Andy Abdul Hamid)