Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Kartika Nur Rakhman dan Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu saat diskusi bertajuk ‘Menggali Freeport, Diantara Kepentingan Asing dan Kedaulatan Indonesia’ di WarunKomando, Tebet, Jakarta, Minggu (22/11). Freeport merupakan wujud VOC gaya baru dan sedang melakukan mapping kekuatan di Indonesia. Elit politik bukannya menjadi nasionalis yang ingin bisa menangkis serangkaian asimetris, namun justru berebut menjadi komprador dan perlu diingat penjajahan jaman sekarang tidak hanya menggunakan militer, namun bisa dari sektor energi maupun pangan. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) akan mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III yang akan digelar di Silang Monumen Nasional, Jumat 2 Desember 2016 besok. Selain di Jakarta, KAMMI juga mengingstruksikan kadernya se-Indonesia untuk menggelar aksi serupa di daerahnya masing-masing.

Aksi Bela Islam Jilid III sesuai kesepakatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan kepolisian, digelar di Silang Monas. Kegiatan digelar dalam bentuk doa bersama, dzikir, sholar jumat dan tausyiah.

Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Kartika Nur Rakhman, mengatakan, hingga Kamis (1/11) pagi, massa KAMMI yang sudah berkoordinasi akan berangkat ke Jakarta mencapai ribuan. Kader-kader KAMMI tersebut bukan hanya dari pulau Jawa, melainkan juga dari luar Jawa.

“Hingga kini, terkonfirmasi ribuan kader KAMMI berbagai daerah siap bergabung ke Jakarta untuk Aksi 212. Mereka tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga luar Jawa,” kata Nur Rakhman.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Riko Putra Tanjung menambahkan, keterlibatan KAMMI dalam Aksi Bela Islam Jilid III sama dengan umat Islam lain yang tergabung dalam GNPF MUI. Yakni terkait kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tersangka yang merupakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut siang ini bersama barang buktinya telah dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan.

“KAMMI memandang kasus penistaan agama oleh Ahok harus benar-benar ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai ini masuk angin. KAMMI se-Indonesia siap mengawal hingga Ahok dieksekusi,” demikian Riko.

Laporan: Soemitro

(Nebby)