Jakarta, Aktual.com – Menjelang peninjauan ulang harga baru BBM per 1 Oktober mendatang, mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas Faisal Basri menyatakan hasil analisanya bahwa harga BBM tidak layak untuk dinaikkan.

Dari variabel komponen yang mempengaruhi neraca harga, dia melihat semua faktor yang ada tidak ada satupun yang menjadi pemicu kenaikan harga. Bahkan menurutnya, harga BBM lebih layak untuk diturunkan.

“Kemungkinan harga BBM dinaikan sangat kecil karena tiga komponenya membaik semua, dalam artian harga minyak dunia masi dibawah USD 50 per barel, bahkan mendekat USD 40 per barel. Kemudian nilai tukar rupiah menguat, sekarang sudah kisaran Rp13 ribu. Inflasi juga dibawah 3 yaitu 2,8. Jadi 3 faktor utama itu membaik semua. Jadi kecil kemungkinan harga BBM akan naik, bahkan harusnya diturunkan,” katanya, Senin (26/9)

Adapun dari pihak pemerintah telah menjelaskan bahwa saat ini masih mengumpulan data pergerakan harga minyak selama tiga bulan terakhir.

“Kami sudah punya formula per tiga bulan, sekarang kita lihat tiga bulan ini (Juli hingga September) hingga tanggal 25 September baru kita tetapkan pada tanggal 1 Oktober nanti,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I. G. N. Wiratmaja.

 

*dadang

(Dadangsah Dapunta)

()