Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Pusat Studi Sosial dan Politik (Puspol) Indonesia Ubedilah Badrun mengatakan, Presiden Joko Widodo harus tegas dalam menyusun kabinet karena ada sejumlah nama yang diduga berpotensi korupsi dan memiliki kepentingan partai politik.
“Jokowi perlu menunjukkan ketegasan dan kepemimpinannya dalam menyusun kabinet karena 40 persen nama calon menteri bermasalah,” kata Direktur Eksekutif Puspol Indonesia Ubedilah Badrun, Selasa (21/10).
Dirinya mengatakan, Presiden Jokowi harus keluar dari pusaran kepemilikan modal dan kepentingan partai pada nama-nama yang akan dicalonkan menjadi menteri.
Sebanyak 40 persen nama yang diusulkan menjadi calon menteri mendapat lampu kuning dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga bermasalah, baik dari integritas dan komitmen anti korupsinya.
“Menteri yang diangkat tidak perlu dari kalangan terkenal, menengah saja namun profesional, berintegritas, dan mau bekerja keras,” kata dia.
Selain itu, Ubed memaparkan ada lima faktor yang memengaruhi Presiden dalam menyusun kabinet, yakni kalangan dari pendukung finansial Jokowi-JK pada masa kampanye, partai-partai yang berkoalisi dengan PDIP, golongan elit intelektual, pihak yang terlibat intervensi dengan Megawati dan Jusuf Kalla, serta relawan yang mempunyai kontribusi besar.
Pria kelahiran Indramayu 15 Maret 1972 itu menyebutkan sejumlah nama yang dinilai menjadi calon menteri terkuat, antara lain Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri, Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Jenderal TNI Budiman sebagai Menteri Pertahanan.
Mengenai keputusan Presiden Joko Widodo yang melarang ketua umum partai menjadi menteri, Ubed mengapresiasi keputusan tersebut.
“Saya apresiasi keputusan Jokowi yang melarang ketua umum partai menjadi menteri. Meski demikian, Jokowi harus bertindak tegas kepada menteri yang masih terikat dengan partainya. Keputusan ini tentunya menguji konsistensi Jokowi,” kata dia.

()

()