Banda Aceh, Aktual.co — Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla jangan memiliki dendam politik untuk Aceh. Hal itu ditandai, bocoran menteri yang mengisi kabinet Jokowi tidak ada satu pun yang berasal dari Aceh.
“Jika tidak ada menteri dari Aceh, itu membuktikan Jokowi tidak memiliki sensitivitas terhadap perasaan masyarakat daerah, terutama daerah-daerah yang jauh dari pusat politik seperti Aceh,” sebut pengamat Politik dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Rizwan Haji Ali, kepada Aktual.co, Sabtu (18/10).
Alumnus University Kebangsaan Malaysia (UKM) ini mengkhawatirkan Jokowi dan timnya memiliki dendam politik untuk Aceh. Hal itu dinilai tidak sejalan dengan semangat rekonsiliasi nasional paska pemilihan presiden.
“Jokowi jangan memiliki dendam untuk Aceh,” sebutnya. Sekadar diketahui Pilpres lalu, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa meraih suara 54 persen, sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya meraih 46 persen. 
Sementara itu, Ketua DPP Persatuan Wartawan Aceh (PWA), Muhammad Abdoel Hamid, menyebutkan jika tidak ada menteri dari Aceh dalam kabinet Jokowi, maka Jokowi tercatat orang pertama yang tidak mengakomodir putra terbaik Aceh dalam kabinet. Pasalnya, presiden sebelumnya selalu mengakomodir putra Aceh masuk kabinet.
“Jokowi berarti orang pertama yang tidak mengakomodir putra Aceh di kabinet,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, informasi yang diperoleh aktual.co menyebutkan kabinet Jokowi akan diisi oleh 25 pos kementerian. Dari jumlah itu tidak satu pun putra Aceh menempati posisi pos menteri.