Tababan, Aktual.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan sertifikat tanah gratis di Kabupaten Tabanan. Ada 15 ribu sertifikat tanah yang dibagikan oleh Jokowi. Belasan ribu tanah itu untuk warga di tujuh kecamatan, di antaranya Selemadeg Timur, Kerambitan, Tabanan, Pupuan, Marga dan Kediri. Pada pembagian sertifikat tanah di Taman Puputan Margarana, Kabupaten Tabanan itu, Jokowi sempat menyapa warga dengan bahasa Bali.

“Punapi gatra semeton sareng sami? (Apa kabar saudara ku semua?)” sapa Jokowi yang dijawab serentak oleh warga “becik-becik (baik-baik saja),” Jumat (23/2).

Pada kesempatan itu, Jokowi memaparkan agar target sertifikat tanah warga rampung pada 2024 mendatang. Khusus untuk Pulau Bali, pada 2019 seluruh warga yang memiliki tanah di sini harus sudah bersertifikat.

Bahkan, Jokowi mengancam jika target itu tidak terpenuhi, pimpinan yang membawahi pertanahan di Indonesia akan dipecat. “Tahun 2019 semua masyarakat Bali yang memiliki tanah sudah harus bersertifikat. Bagaimana caranya itu harus tercapai? Entah bagaimana caranya. Kalau tidak tercapai nanti menterinya dipecat saja,” ucanya disambut tawa semua yang hadir.

Di sisi lain, Menteri Agraria Sofyan Djalil menyebut di Bali ada 1,8 juta bidang tanah bersertifikat. Saat ini, sudah sebagian besar sertifikat itu rampung dan diserahkan kepada warga yang berhak. “Di Provinsi Bali ada 1,8 juta bidang sertifikat tanah. Sekarang tinggal 450 bidang sertifikat tanah, beda dengan provisi lain belum bersetifikat,” ujarnya.

Pembedaan sertifikat di Bali yang begitu cepat prosesnya dibanding wilayah lain lantaran Pulau Dewata memiliki ikatan khusus dengan presiden. “Untuk Bali punya kesepakatan dengan bapak Presiden. Bali sepakat 2019 (rampung),” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi melakukan kebiasaannya membagi-bagikan sepeda gratis kepada warga. Ada tiga orang warga yang beruntung lantaran berhasil menjawab pertayaan dari Jokowi terkait ikan, Pancasila dan suku bangsa di Indonesia.

Laporan Bobby Andalan, Bali

()