Jakarta, Aktual.co — Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun menilai Presiden Joko Widodo terlalu lamban dalam menentukan Jaksa Agung.
Dirinya memperkirakan jika lambannya Jokowi menentukan Jaksa Agung lantaran terlalu banyak nama.
“Parpol ada nama, wapres ada nama, internal Kejagung juga ada nama. Jangan-jangan butuh waktu sebulan atau dua bulan untuk tentukan,” kata Refly saat acara diskusi bertema “Menanti Jaksa Agung”, di Jakarta, Jumat (7/11).
Dirinya mengatakan, Jokowi yang dari suku Jawa biasanya menunjuk pembantunya menggunakan hati sehingga memang dibutuhkan waktu.
“Orang Jawa kan kalau tunjuk pembantu pakai hati, bahasa batin. Dia (Jokowi) masih butuh info yang bisa dipertanggung jawabkan,” kata Refly.

()