Jakarta, Aktual.co — Juru bicara PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari membenarkan “Tim 11 PDIP” bentukan Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri telah bubar sejak tanggal 20 Oktober 2014, atau tepatnya bersamaan dengan hari pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wapres RI.
“Betul (dibubarkan), tanggal 20 kemarin (oktober),” kata Eva, Jumat (24/10).
Eva juga mengatakan, bubarnya tim yang banyak diisi oleh sejumlah akademisi dan praktisi itu memang mendahului kontraknya. Dimana kontrak tim yang banyak berjasa setelah sukses mengatar Joko Widodo menuju kursi Presiden Republik Indonesia, sebenarnya berakhir pada tanggal 30 Oktober bulan ini.
Saat disinggung apakah bubarnya “tim 11 PDIP” akan mengganggu konsep Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan, lantaran gagasan Jokowi banyak dilahirkan dari tim itu. Eva yakin hal itu tidak akan berpengaruh.
“Gak Lah (tidak mengganggu). merka konseptor, birokrasi eksekutor-nya.”
Tim ini ditunjuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan disetujui oleh Jokowi. Tim khusus ini memiliki sejarah keberuntungan bagi PDIP, terutama angka 11.
Pada 1999 partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki nomor urut 11, dan berhasil menduduki peringkat pertama dalam hal perolehan suara.
Seolah ingin mengulangi kesuksesan di tahun 1999, pada pemilu 2009 tim sukses partai ini diberi nama Tim 11. Namun pada akhirnya perolehan suara partai itu kalah oleh Partai Demokrat.
Tahun ini sebutan Tim 11 kembali muncul untuk menyebut tim yang membantu calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). 
Tim ini beranggotakan sejumlah akademisi dan praktisi. Mereka melakukan aneka kajian. Mulai dari isu pertahanan, hukum, sosial budaya, dan nasib perempuan.Beberapa anggota tim juga mendampingi calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo saat melakukan kampanye di Pilpres.

()