Jakarta, AKtual.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, jumlah petani muda atau milenial yang ada saat ini terbilang sedikit. Tercatat, hanya 29 persen dari total jumlah petani sebanyak 33 juta orang, yang usianya dibawah 45 tahun.

“Saat ini kondisi petani kita, 3 tahun lalu, 2 tahun lalu itu sekitar 33 juta orang. Hanya sekitar 29 persen yang umurnya kurang dari 45 tahun,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dikutip RRI, Selasa (27/9).

“Itu yang biasa kita sebut sebagai petani muda atau petani milenial. Sisanya lebih dari 70 persen itu umurnya lebih dari 45 tahun,” ujarnya.

Dedi mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen petani Indonesia hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Bahkan diantaranya ada yang tak lulus Sekolah Dasar (SD).

Sementara, sisanya petani muda yang menurutnya banyak memiliki tingkat pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Dedi menekankan, regenerasi di sektor pertanian merupakan hal yang penting.

Sebab 10-20 tahun mendatang, 70 persen petani tersebut sudah memasuki usia pensiun. “Tentu saja kita punya bonus demografi 70 persen umurnya 45 sampai dengan 55, itu kan fase produktif,” ucapnya.

“Tapi ingat, 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang situasi akan berbalik. Yang saat ini fase produktif menjadi tidak produktif alias pensiun dan begitu,” katanya, menambahkan.

Dedi menegaskan, untuk melakukan regenerasi diperlukan persiapan yang matang. Untuk itu, Kementan juga telah memiliki berbagai program yang disiapkan.

Mulai dari pendidikan vokasi, hingga inovasi teknologi pertanian. Hal ini untuk menumbuhkan minat anak muda pada sektor krusial ini.

“Nah ini yang harus kita antisipasi, regenerasi ke petani muda petani harus itu. Kebetulan memang saat ini yang tingkat pendidikannya relatif tinggi yang ada di perguruan tinggi itu memang petani milenial,” tandasnya.

(Warto'i)