Ilustrasi Anak/Antara
Ilustrasi Anak/Antara

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi alias Kak Seto mengingatkan setiap orang tua untuk menghargai setiap potensi anak karena kecerdasan muncul dalam beraneka bentuk.

Kecerdasan anak tak hanya dinilai dari peringkat yang tinggi di sekolah, tapi juga bisa dilihat dari kemampuannya di bidang-bidang lain seperti seni, olahraga hingga sosial.

“Mari temukan dan hargai potensi setiap anak…sistem pendidikan yang tepat akan mendukung pengembangan karakter,” kata Kak Seto dalam webinar, Kamis (14/4).

Pada dasarnya, naluri untuk belajar ada pada setiap anak. Mereka belajar untuk berguling, merangkak, berjalan dan berlari seiring pertumbuhan usia. Dia mengingatkan kepada orang tua bahwa belajar yang efektif itu artinya belajar di tengah suasana menyenangkan, bebas dari kekerasan maupun pemaksaan. Sebab, dunia anak adalah dunia bermain.

Pendidikan tak cuma mengisi kepala anak dengan hapalan dan rumus, kata Seto, tetapi menumbuhkan potensi yang ada di dalam setiap anak, entah itu jiwa seniman, atlet, atau musisi. Lewat pendidikan yang efektif, potensi anak akan mengemuka dan berkembang.

Dia meminta agar kurikulum pendidikan lebih berpihak kepada hak anak, sehingga tak ada lagi kasus di mana anak-anak merasa depresi di tengah pembelajaran daring yang berlangsung akibat pandemi COVID-19. Seto meminta sekolah dan orang tua untuk memberikan pelajaran yang bermakna untuk anak saat pandemi demi menjaga kesehatan batin buah hati.

“Tekankan bagaimana anak tangguh hadapi pandemi. Kalau anak stres, tertekan, dianggap gagal, tentu akan merasa tidak tangguh.”

Bukan cuma soal nilai, penting juga untuk mendidik anak agar punya karakter baik seperti sopan, tangguh, rendah hati, penuh hormat, aktif, jujur serta disiplin.

Di tengah era digital, Kak Seto mengatakan literasi digital juga penting agar anak bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal. Digitalisasi dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi.

Informasi yang kian praktis dan mudah didapatkan berkat teknologi juga bisa membuat anak memiliki keterampilan baru berkat tutorial gratis yang menjamur, memudahkan anak belajar bahasa baru, belajar mengambil keputusan yang tepat serta memperluas jaringan pertemanan.

“Sinergi orangtua dan guru memegang peran penting, terutama dalam memberikan materi pelajaran. Belajar digital efektif kalau dikelola secara baik, tapi guru dan orangtua harus jadi sahabat anak,” tutup dia.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)