Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Jatim (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

Jakarta, Aktual.com – Psikolog sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto mengatakan area khusus anak di tempat umum seperti stadion sepak bola dapat memberi mereka keamanan dari hal yang tidak diinginkan seperti di tragedi Kanjuruhan.

Area tersebut penting bila anak-anak menjadi bagian dari penonton sebuah perhelatan, termasuk pertandingan sepak bola.

“Sama seperti area khusus tempat duduk lansia, area anak juga harus ada sebagai wilayah yang steril untuk menunjukkan stadion itu ramah anak,” kata Kak Seto kepada wartawan, Rabu (5/10).

Ketika ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi, misalnya kericuhan, maka penonton di area khusus anak harus lebih dulu diselamatkan karena termasuk kelompok yang paling rentan.

Jika pengelola tempat umum belum bisa membangun tempat yang ramah untuk anak, maka orangtua tidak boleh mengajak anak dalam situasi yang berisiko rusuh.

“Jangan mempertaruhkan anak, itu sangat berbahaya,” kata Kak Seto.

Dalam penyelenggaraan acara yang didatangi oleh anak, panitia juga diminta lebih ketat dalam menerapkan aturan demi keselamatan, misalnya tidak boleh membawa bahan peledak dan juga senjata tajam.

Dia mengatakan tragedi di Kanjuruhan, Malang, harus menjadi pelajaran berharga untuk meleburkan fanatisme agar tidak ada lagi hak anak yang terenggut.

Dalam situasi yang kondusif, Kak Seto mengatakan keramaian belum tentu jadi musuh untuk anak. Sebetulnya ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan anak ketika diajak ke keramaian, termasuk pertandingan olahraga seperti sepak bola.

Pengalaman yang didapat dari lingkungan baru dapat mengasah kreativitas dan pengetahuan anak. Di sisi lain, anak juga bisa terinspirasi ketika melihat idolanya beraksi di lapangan, sehingga menimbulkan minat baru yang dapat berujung menjadi impian yang dibawanya hingga dewasa.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)