Tim Uber Indonesia berpose di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (9/5). Tim bulutangkis beregu putra dan putri Indonesia akan bertanding memperebutkan Piala Thomas dan Uber yang berlangsung di Kunshan, Tiongkok pada tanggal 15-22 Mei 2016. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Tim putri Indonesia akhirnya memenuhi target dengan mengamankan satu tiket babak utama Piala Uber 2018 yang akan dilangsungkan Mei mendatang di Bangkok, Thailand.

Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, Jumat (9/12), kepastian tersebut, didapatkan setelah tim putri menembus putaran semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2018, selepas mengalahkan India dengan skor 3-1 di fase delapan besar.

Dalam pertarungan delapan besar Kejuaraan Beregu Asia 2018 yang dihelat di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Jumat, Indonesia harus rela kehilangan poin pertama, usai pemain tunggal putri Indonesia Fitriani harus menyerah dari wakil India, Pusarla V. Sindhu, 13-21, 22-24.

Indonesia baru bisa mendulang angka ketika pertandingan kedua dilaksanakan. Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu menundukan Ashwini Ponnappa/Sikki N Reddy 21-5, 21-16.

Hanna Ramadini, mampu menjadi penyumbang angka selanjutya bagi Indonesia, usai dirinya berhasil menundukan Sri Krishna Priya Kudaravalli 21-8 21-15.

Di pertandingan keempat yang menentukan, ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, memastikan kemenangan Indonesia dengan menumbangkan Sanyogita Ghorpade/Pusarla V Sindhu 21-9, 21-18.

“Kami patut bersyukur tim putri bisa melalui tantangan melawan India. Kemenangan atas China di penyisihan, cukup memberi rasa percaya diri kepada tim putri,” kata Kepala Kontingen Indonesia, Achmad Budiharto, dalam keterangan resmi PP PBSI.

Dituturkan Budiharto, ia dan tim ofisial sudah memprediksikan hasil pertandingan akan berakhir dengan skor 3-1 dengan dua poin dari ganda dan satu poin lainnya dari nomor tunggal.

“Dari perhitungan yang dilakukan tim manajer dan pelatih, kami sudah memperkirakan bahwa peluang di tunggal pertama itu 40-60, karena secara rangking dan pola main, Fitriani masih di bawah Sindhu. Tetapi kita lihat di permainan di gim kedua, Fitri sudah bisa menemukan pola yang tepat untuk menghadapi Sindhu,” ujar Budiharto.

Menurut Budiharto, dua poin di nomor ganda memang semestinya didapatkan Indonesia, justru yang sempat menjadi pertimbangan tim, adalah tunggal kedua, di antara akan menurunkan Hanna Ramadini atau Gregoria Mariska Tunjung.

“Tetapi Hanna unggul dalam head to head dengan lawan, sehingga kami sangat percaya diri dapat poin di tunggal kedua. Kalaupun meleset, kami sudah jaga di tunggal ketiga karena kami yakin Gregoria bisa mengatasi,” ujar Budiharto.

Adapun hasil lengkap pertandingan perempat final beregu putri antara Indonesia menghadapi India adalah: 1. Fitriani – Pusarla V Sindhu 13-21, 22-24 2. Greysia Polii/Apriyani Rahayu – Ashwini Ponnappa/Sikki N Reddy 21-5, 21-16 3. Hanna Ramadini – Sri Krishna Priya Kudaravalli 21-8 21-15 4. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani – Sanyogita Ghorpade/Pusarla V Sindhu 21-9, 21-18 5. Gregoria Mariska Tunjung – Rutaparna Panda tidak dimainkan.

ANT