Jakarta, Aktual.co — Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Arman Depari memimpin langsung operasi pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 di perairan Kepri.
“Kepri terutama Kabupaten Lingga relatif dekat dengan wilayah fokus pencarian. Jadi kami juga turun khususnya di Lingga untuk turut serta dalam upaya pencarian,” kata Kapolda di Batam, Senin (29/12).
Kabupaten Lingga berada pada sisi selatan Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Jambi dan perairan Bangka Belitung.
Dia pun mengerahkan lima kapal terdiri dari tiga kapal Polair Polda Kepri dan dua kapal patroli Mabes Polri yang diperbantukan untuk pengamanan wilayah perairan Provinsi Kepri.
“Kami turunkan lima kapal patroli, termasuk yang saya tumpangi KP Galang 1 untuk membantu pencarian dan penyisiran pesawat Airasia di wilayah Kepulauan Riau. Total ada 60 anggota yang turut serta dalam operasi ini,” kata Arman.
Dia mengatakan, fokus penyisiran adalah pada jalur pulau terluar Provinsi Kepri yang diperkirakan diatasnya merupakan jalur lalu lintas pesawat termasuk Airbus A320-200 milik Air Asia dengan 155 penumpang dan tujuh kru yang dinyatakan hilang kontak pada Minggu (28/12) pagi.
“Nantinya pencarian tidak hanya di Lingga, bisa jadi ke Bintan, Batam atau daerah sekitarnya.”
Selain yang terlibat pada lima kapal tersebut, kata dia, seluruh jajaran Polres dan Polsek di Kepri juga sudah diperintahkan untuk turut melakukan pencarian termasuk di darat. (Baca juga: Polri Mulai Siapkan Posko DVI di Bandara Juanda)
“Kepri juga memiliki pulau-pulau kosong dan jauh dari kegiatan masyarakat. Jadi pencarian dilakukan di darat dan perairan.”
Direktur Polisi Perairan Polda Kepri Kombes Pol Hero Hendriyanto mengatakan bersama Mabes Polri sudah melakukan penyisiran hingga Tanjung Berakit Bintan dan diteruskan ke Lingga.
Seperti diketahui pesawat Air Asia tujuan Surabaya-Singapura hilang kontak saat berada diatas Pulau Belitung, Bangka Belitung, Minggu pukul 06.12 WIB sebelum dinyatakan hilang sekitar pukul 07.00 WIB.
Hingga kini, pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, dibantu berbagai pihak belum juga menemukan pesawat tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















